Berkendara saat bulan puasa membutuhkan konsentrasi ekstra. Perubahan pola tidur, aktivitas sahur, serta kondisi tubuh yang lebih mudah lelah membuat risiko microsleep meningkat, terutama saat perjalanan jauh atau menjelang waktu berbuka. Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat, hanya beberapa detik, namun sering kali tidak disadari. Kelelahan dan mengantuk menjadi salah satu penyebab microsleep. Microsleep berbahaya saat berkendara seperti mudik Lebaran. Simak tips mencegahnya! Meski singkat, kondisi ini berbahaya karena pengendara bisa kehilangan kendali kendaraan dalam waktu tersebut. Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menjelaskan bahwa microsleep sering muncul tanpa tanda yang jelas, tetapi ada beberapa gejala yang bisa dikenali. “Microsleep memang sering tidak terasa namun tandanya antara lain adalah mata sering berkedip atau terasa berat saat kita berkendara, lalu kepala tiba-tiba mengangguk, dan kadang tidak sadar sudah melaju beberapa meter, nah kalau ini terjadi sebaiknya kita segera menepi, jangan dilawan karena microsleep bisa terjadi hanya beberapa detik, tapi dampaknya bisa fatal,” kata Agus, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kondisi tersebut biasanya dipicu kelelahan, kurang tidur, serta fokus yang menurun. Saat puasa, faktor ini semakin mudah terjadi karena ritme istirahat berubah. Karena itu, pengendara perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh. Mata terasa berat, sering menguap, atau sulit mengingat beberapa detik terakhir perjalanan menjadi indikasi awal yang tidak boleh diabaikan. Memberi jeda istirahat menjadi langkah paling aman ketika tanda microsleep mulai muncul. Pengendara disarankan menepi di tempat aman, melakukan peregangan ringan, minum air saat waktu berbuka, atau tidur singkat sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, menjaga kualitas tidur saat malam hari, mengatur jadwal perjalanan, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah juga penting untuk menekan risiko. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang