Mobil hybrid mulai banyak dijumpai dewasa ini. Meski demikian, populasinya belum sebanyak mobil konvensional, sehingga memilikinya menjadi sebuah tantangan tersendiri. Terlebih lagi membeli mobil hybrid dalam kondisi bekas, bakal ada risiko yang dihadapi. Ditambah, tak semua pabrikan mobil menghadirkan layanan purna jual dengan optimal. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan mobil hybrid mengusung teknologi canggih dan masih baru sehingga harga jual kembalinya menjadi sorotan. “Beli mobil hybrid bekas punya risiko lebih, seperti garansi dan kesehatan baterai, ini nantinya akan mempengaruhi harga jual kembalinya,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Maka dari itu, saat hendak membeli mobil hybrid bekas, calon pembeli perlu mematikan apakah garansi baterai masih berlaku bila berpindah tangan dan memastikan kesehatan baterainya. “Tak semua garansi baterai mobil hybrid tetap berlaku ketika dijual, cek lagi, kalau Veloz hybrid berlaku sampai tangan kedua, garansinya 8 tahun, kesehatan baterai harus dikontrol dan tercatat,” ucap Riski. Ilustrasi baterai mobil hybrid. Dengan memeriksa kesehatan dan garansi baterai, diharapkan calon pembeli merasa lebih aman dan bagi penjual bisa mendapatkan harga jual kembali tetap baik. “Bicara harga jual kembali maka tak lepas dari ketersediaan spare part, kompetensi mekanik di bengkel, dan sejenisnya, sehingga agar mendapatkan mobil hybrid bekas yang aman, calon pembeli harus jeli,” ucap Riski. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan kesehatan baterai pada mobil hybrid harus dikontrol karena dapat menentukan performa dan eifisiensinya. “Bila baterai sudah kurang sehat, misal sudah 50 persen mengalami penurunan, maka kemampuannya untuk menyimpan energi tinggal setengahnya, dampak di mobil hybrid, konsumsi BBM jadi meningkat dan performa agak kurang responsif,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Sementara biaya penggantian baterai terbilang mahal. Berkaca dari mobil listrik murni, harga baterainya saat ini bisa 50 persen dari harga unit baru. “Harga ini seiring waktu akan semakin murah, tapi untuk saat ini masih lumayan mahal, sedangkan pada mobil hybrid bisa lebih murah karena kapasitasnya cenderung lebih kecil,” ucap Jayan. New Veloz Hybrid hadir di Solo Sujaka, Area Manager Area 3 dan Branch Manager Nasmoco Slamet Riyadi mengatakan dalam membeli mobil hybrid bekas, konsumen perlu memperhatikan layanan purna jualnya. “Budaya konsumen Toyota dalam membeli mobil selalu memperhatikan kepemilikan jangka panjang, artinya beli mobil hybrid bukan cuma harus memperhatikan kualitas produk dan harganya, tapi perhatikan juga layanan dalam jangka panjang,” ucap Jaka kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Saat membeli mobil hybrid bekas, calon pembeli harus memperhatikan seperti apa perawatannya dalam jangka panjang, bagaimana tanggung jawab bengkel resmi terhadap produk yang dijualnya. “Mobil hybrid butuh perawatan khusus, belum tentu semua bengkel umum bisa menanganinya, jadi pastikan layanan purna jual dari bengkel resmi optimal dan memiliki reputasi baik,” ucap Jaka. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang