Membeli mobil bekas memang harus teliti. Sebisa mungkin memilih unit yang kerusakannya minimal, supaya biaya perbaikan tidak besar dan menguras dompet. Salah satu komponen krusial pada mobil dan harus dicek sebelum beli mobil bekas adalah kaki-kaki. Pengecekannya tidak bisa dilihat sekilas saja, tapi harus didengar dan dirasakan saat test drive. Kamal, Pemilik Bengkel Kafka di Bogor menjelaskan, ketika kaki-kaki rusak, biasanya mengeluarkan suara yang tidak wajar saat sedang dikemudikan. Perbaikan kaki-kaki di Prast Kaki-Kaki, Solo, Jawa Tengah. "Sokbreker rusak, biasanya bunyi 'bluk-bluk' saat dipakai. Kalau dilihat, biasanya ada basah, basah oli, bukan air di bagian bawah sokbreker," kata Kamal kepada Kompas.com, Minggu (18/1/2026). Kemudian pada bagian tie rod dan long tie rod, kalau sudah lemah, ada suara 'grek-grek' saat mobil berjalan. Termasuk saat link stabil rusak, atau karet stabil jebol, ada suara 'tuk-tuk' mirip suara rack steer rusak, karena besi berbenturan. "Buat bearing roda, biasanya keluar suara berdengung, mobil standar tapi berisik. Biasanya kalau baru mau rusak, terdengar saat kecepatan 80 Kpj, tapi kalau sudah parah, di kecepatan 40 Kpj pun terdengar," kata Kamal. Kalau bearing roda mobil sudah rusak, kemungkinan terburuknya adalah membuat roda jadi macet atau sulit berputar. Biasanya terjadi saat mobil sudah dipakai jalan lalu berhenti, roda seperti tidak bisa digerakkan. "Lalu kalau lower arm jebol, biasanya terasa setirnya jadi liar. Karena pada bagian kaki-kakinya goyang-goyang," kata Kamal. Maka sebelum membeli mobil bekas, sebaiknya test drive untuk merasakan kaki-kaki mobil. Jangan pasang audio atau radio supaya bisa mendengarkan dengan lebih jelas. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang