JAKARTA, KOMPAS.com – Perjalanan mudik jarak jauh membuat hampir seluruh komponen mobil bekerja lebih keras dari biasanya. Mulai dari mesin yang terus beroperasi dalam waktu lama, sistem pengereman yang sering dipakai di kondisi padat, hingga ban yang menerima beban penuh di berbagai kondisi jalan. Karena itu, setelah mudik, pengecekan kendaraan tidak cukup dilakukan secara acak, melainkan perlu diprioritaskan agar potensi kerusakan bisa segera terdeteksi. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, ada beberapa komponen yang sebaiknya dicek berdasarkan tingkat urgensinya, bukan sekadar daftar umum. “Yang paling penting itu bukan hanya dicek, tapi urutannya. Ada komponen yang harus didahulukan karena langsung berkaitan dengan keselamatan dan potensi kerusakan lanjutan,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2026). Ia menjelaskan, prioritas pertama adalah sistem pengereman. Ilustrasi tekanan udara ban motor Setelah perjalanan jauh, kampas rem bisa mengalami keausan lebih cepat, terutama jika sering menghadapi kemacetan atau jalan menurun. Ganti oli mesin mobil Selain itu, panas berlebih juga bisa memengaruhi performa rem. Selanjutnya, ban menjadi komponen yang tak kalah penting untuk diperiksa. Tekanan udara, kondisi tapak, hingga potensi benjolan pada dinding ban perlu dicek secara menyeluruh. Beban penuh selama mudik serta kondisi jalan yang bervariasi bisa mempercepat keausan atau bahkan menimbulkan kerusakan yang tidak langsung terlihat. Prioritas berikutnya adalah oli mesin. Penggunaan dalam jarak jauh membuat kualitas oli menurun lebih cepat, apalagi jika mobil terjebak macet dalam waktu lama. Oli yang sudah menurun performanya bisa berdampak pada pelumasan mesin yang tidak optimal. Setelah itu, pengecekan cairan pendingin atau coolant juga penting dilakukan. Sistem pendingin bekerja ekstra selama perjalanan jauh untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika volumenya berkurang atau kualitasnya menurun, risiko overheat bisa meningkat saat mobil kembali digunakan. Terakhir, pengemudi juga disarankan memeriksa kondisi umum mesin, termasuk potensi kebocoran atau suara tidak normal. Meski terlihat sepele, gejala kecil bisa menjadi tanda awal kerusakan yang lebih besar jika dibiarkan. Lung Lung menegaskan, melakukan pengecekan dengan urutan prioritas seperti ini bisa membantu pemilik kendaraan lebih efisien sekaligus mencegah masalah yang lebih serius. “Kalau dicek dari yang paling krusial dulu, kita bisa tahu apakah mobil masih aman dipakai atau perlu penanganan segera. Jangan tunggu sampai rusak baru diperbaiki,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang