Bagi masyarakat yang memilih menghabiskan libur akhir tahun dengan road trip menggunakan mobil, penting memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selain mesin, ban juga wajib menjadi perhatian utama. Pasalnya, ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Ketika melakukan road trip, peran ban menjadi sangat krusial karena kendaraan digunakan lebih intens, menempuh jarak jauh, serta kerap membawa muatan lebih berat dibandingkan penggunaan harian. “Pada perjalanan jarak jauh, terutama saat kendaraan membawa muatan lebih dan digunakan lebih lama dari biasanya, kondisi ban menjadi semakin krusial,” ujar Mochammad Fachrul Rozi, Product Manager Michelin Indonesia, dalam keterangan resminya, Selasa (23/12/2025). Ilustrasi ban mobil yang kurang angin. Menurut Rozi, pada mobil konvensional atau bermesin pembakaran internal (ICE), perjalanan jarak jauh dengan beban penuh menuntut ban yang mampu menjaga stabilitas dan kenyamanan secara konsisten. Dengan kondisi ban yang optimal, pengendara dapat mempertahankan kendali kendaraan, terutama saat berkendara dalam durasi panjang atau menghadapi variasi kondisi jalan. Sementara itu, pada kendaraan hybrid, karakter berkendara yang memadukan mesin konvensional dan motor listrik menempatkan efisiensi sebagai salah satu prioritas. Ban yang sesuai berperan dalam menjaga kestabilan dan kenyamanan berkendara tanpa mengorbankan efisiensi energi, baik saat berkendara di dalam kota maupun dalam perjalanan jarak jauh. Perlunya menyesuaikan tekanan angin ban. Pada mobil listrik, tantangan berbeda muncul dari bobot kendaraan yang cenderung lebih berat serta torsi instan yang tersedia sejak awal akselerasi. Kondisi tersebut membuat kualitas ban, termasuk daya cengkeram dan struktur ban, menjadi faktor penting dalam menjaga kendali kendaraan serta kenyamanan berkendara sepanjang perjalanan. Ban Basah Menurut Rozi, memasuki musim hujan, kondisi jalan yang basah dan licin semakin meningkatkan risiko selip dan kehilangan kendali. Dalam situasi ini, daya cengkeram ban di permukaan basah menjadi faktor penting bagi semua jenis kendaraan. Tapak ban dengan desain dan kedalaman yang optimal membantu mengalirkan air dari permukaan jalan, menjaga kontak ban dengan aspal, serta mengurangi risiko aquaplaning saat pengereman maupun bermanuver. Ilustrasi cek kondisi ban mobil “Wet grip yang optimal membantu pengendara menjaga kendali kendaraan di jalan basah, terlepas dari teknologi kendaraan yang digunakan,” katanya. Ban Sebelum Road Trip Sebelum memulai perjalanan, Michelin Indonesia menyarankan pengendara memastikan kondisi ban, mulai dari tingkat keausan, tekanan angin sesuai rekomendasi, hingga memastikan ban cadangan dalam kondisi optimal. Hal penting yang tak boleh diabaikan adalah tekanan udara ban. Menurut Rozi, tekanan angin yang terlalu rendah dapat menyebabkan ban cepat panas dan meningkatkan risiko pecah ban saat digunakan dalam perjalanan. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan menurunkan daya cengkeram ban. Test drive Chery Tiggo Cross CSH “Pemeriksaan tekanan udara sebaiknya dilakukan sebelum perjalanan saat ban masih dalam kondisi dingin. Sesuaikan tekanan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Untuk mobil, stiker rekomendasi tekanan udara biasanya terdapat pada pilar B sisi pengemudi atau di bagian tutup bahan bakar,” kata Rozi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang