PalembangRoad trip menggunakan mobil listrik jauh lebih murah ketimbang pakai mobil bermesin bensin. Ini kami buktikan dalam road trip ke Sumatera menggunakan mobil listrik Aletra L8.detikOto melakukan program road trip ribuan kilometer menggunakan mobil listrik. Kali ini, mobil yang digunakan adalah Aletra L8, sebuah MPV listrik yang dirancang untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.Dalam road trip ini, detikOto melakukan perjalanan dari kantor di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menuju Palembang, Sumatera Selatan. Tapi, sebelum tiba di Palembang, kami melakukan perjalanan beberapa hari untuk mengeksplorasi Provinsi Lampung. [Gambas:Youtube]Road trip ke Sumatera pakai Aletra L8 ini juga menjadi pembuktian bahwa menggunakan mobil listrik ke Sumatera itu aman dari segi infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan daya tempuh mobil listrik itu sendiri.Perlu dicatat, dalam melakukan road trip, apalagi dengan mobil listrik, kita harus mempersiapkan segala halnya dengan matang. Termasuk rencana perjalanan, memetakan lokasi SPKLU, hingga menyiapkan biaya yang diperlukan untuk perjalanan jauh ini. Dalam perjalanan elama enam hari, kami sengaja mengisi ulang baterai di setiap malam sebelum tiba di penginapan agar keesokan harinya siap ditempuh jarak jauh.Sebelum berangkat, kondisi baterai mobil sudah terisi 97 persen dan perkiraan daya tempuhnya 531 km sesuai data di layar MID. Ini menjadi modal kami untuk perjalanan langsung ke Bandar Lampung tanpa mengisi ulang baterai di tengah perjalanan. Setibanya di Bandar Lampung setelah eksplorasi kuliner di sana dan sebelum masuk ke penginapan, kami mampir dulu ke SPKLU di PLN UP3 Tanjung Karang. Setelah menempuh jarak 220,7 km dengan waktu berkendara 7,5 jam (termasuk macet saat masuk Pelabuhan Merak dan dipakai bolak-balik untuk shooting), baterai tersisa 31 persen. Pengecasan pertama di PLN UP3 Tanjung Karang kami isi sampai 100 persen, masuk daya sebesar 47,7 kWh. Biayanya sebesar Rp 127.090, sudah termasuk pajak.Di hari kedua, mobil listrik Aletra L8 kami ajak menelusuri wisata Lampung. Mobil ini kami pakai sampai ke Dermaga Wisata Ketapang untuk berwisata ke Pulau Wayang. Setelah berwisata di Pulau Wayang, mobil Aletra L8 kami ajak jalan-jalan di sekitar Lampung untuk keperluan shooting. Setelah perjalanan di hari kedua itu baterai menunjukkan sisa 78 persen dengan trip 70,9 km dan durasi mengemudi 4 jam (sesuai data di MID). Mobil tersebut langsung kami cas di SPKLU di PLN UP3 Tanjung Karang sampai 95 persen. Masuk daya sebesar 14 kWh dengan biaya Rp 35.503.Lanjut di hari ketiga, mobil Aletra L8 kami bawa dalam perjalanan yang panjang. Dari Bandar Lampung, mobil ini kami bawa ke Way Kambas dengan jarak sekitar 90 km. Dari Way Kambas, langsung kami gaspol ke Palembang. Menurut perkiraan kami, sisa baterai saat selesai beraktivitas di Way Kambas masih sangat aman untuk lanjut digunakan perjalanan ke Palembang, setidaknya sampai rest area. Kami baru melakukan pengisian daya baterai di SPKLU rest area 234 A Tol Bakauheni-Kayu Agung. Sebelum dicolok, baterai tersisa 14 persen. Kemudian kami cas sampai 91 persen dengan biaya Rp 151.070, masuk daya sebesar 55,6 kWh. Sisa baterai itu sudah sangat cukup untuk kami tiba di Palembang.Ngecas Aletra L8 di SPKLU Foto: Sunandi Mimo/detikcomDi hari keempat, sebelum beraktivitas eksplorasi kota Palembang, pagi harinya mobil kami cas dulu di SPKLU PLN S2JB Demang. Sisa baterai sebelum dicolok adalah 43 persen setelah digunakan dari titik terakhir ngecas di rest area 234 A sampai kota Palembang. Di sana, kami cas mobil ini sampai 95 persen. Masuk daya sebesar 36,7 kWh dengan biaya Rp 99.584. Dengan bekal baterai 95 persen itu, Aletra L8 kami bawa untuk mengeksplorasi kota Palembang selama dua hari.Mobil ini baru kami cas lagi di malam hari kelima. Kami ngecas lagi di SPKLU LN S2JB Demang. Sebelum dicas, baterai mobil tersisa 48 persen setelah digunakan eksplorasi Palembang selama dua hari. Kami cas sampai 99 persen dengan biaya Rp 93.886, masuk daya sebesar 34,6 kWh. Sisa baterai 99 persen itu kami gunakan untuk perjalanan pulang di hari keenam atau esok harinya.Di hari keenam atau hari kami kembali ke Jakarta, perjalanan dilakukan melalui full jalan tol dari Palembang sampai Pelabuhan Bakauheni dan dari Pelabuhan Merak sampai Jakarta. Dari Palembang, titik pertama kami ngecas lagi adalah di SPKLU Rest Area KM 116 B Lampung Tengah arah Bakauheni. Tapi itu cuma ngecas sebentar dari kondisi baterai 8 persen sampai 60 persen, mengingat kami harus mengejar jadwal kapal ferry yang sudah kami pesan. Pengecasan di Rest Area Km 116 B itu menghabiskan biaya Rp 95.472, masuk daya sebesar 35,8 kWh.Setelah menyeberang, setibanya di Pelabuhan Merak, mobil ini kami cas di SPKLU Pelabuhan Merak, pengecasan terakhir sebelum tiba di Jakarta. Di SPKLU Pelabuhan Merak, mobil ini kami cas sampai 91 persen dengan biaya Rp 98.808, masuk daya sebesar 38,1 kWh. Setibanya kembali di kantor kami, baterai masih tersisa 63 persen.Total jarak yang kami tempuh dalam road trip menggunakan Aletra L8 dari Jakarta ke Lampung, Palembang dan kembali ke Jakarta sambil mengeksplorasi wisata dan kuliner di sana mencapai 1.385 km. Total biaya charging untuk perjalanan ini hanya Rp 701.413. Itu pun sudah termasuk pajak penerangan jalan (PPJ) yang besarannya beda-beda tergantung SPKLU.Angka itu jauh lebih irit dibandingkan dengan menggunakan mobil bensin. Sebagai simulasi, misalnya mobil bensin memiliki konsumsi bahan bakar rata-rata 10 km/liter, untuk menempuh jarak 1.385 km, berarti butuh 138,5 liter. Dengan harga bensin RON 92 di angka Rp 12-13 ribuan, berarti butuh biaya hingga Rp 1,6 sampai Rp 1,8 jutaan hanya untuk membeli bensin.Berikut kami rangkum total biaya charging Aletra L8 selama digunakan road trip:Charging 1 di PLN UP3 Tanjung Karang (Bandar Lampung): Rp 127.090 (47,704 kWh)Charging 2 di PLN UP3 Tanjung Karang (Bandar Lampung): Rp 35.503 (14,0 kWh)Charging 3 di SPKLU Rest Area KM 234 A Tol Bakauheni-Kayu Agung: Rp 151.070 (55,6 kWh)Charging 4 di SPKLU PLN S2JB Demang (Palembang): Rp 99.584 (36,7 kWh)Charging 5: SPKLU PLN S2JB Demang (Palembang): Rp 93.886 (34,6 kWh)Charging 6: SPKLU Rest Area KM 116B Lampung Tengah arah Bakauheni: Rp 95.472 (35,8 kWh)Charging 7: SPKLU Pelabuhan Merak: Rp 98.808 (38,1 kWh)Total biaya charging Jakarta-Palembang PP: Rp 701.413.