Aletra, menilai makin banyaknya model MPV listrik dari berbagai merek di pasar Indonesia bukan sebagai ancaman, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan. Product Manager PT Aletra Mobil Nusantara, Marsellinus Christo Antyo, mengatakan bahwa masuknya merek-merek baru tidak terlepas dari kebijakan insentif serta kemudahan impor kendaraan listrik. “Ini salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk memajukan industri kendaraan listrik. Dengan adanya kemudahan tersebut, brand baru jadi lebih mudah masuk,” ujar Christo di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Menurut dia, kondisi tersebut memberi dampak positif bagi perkembangan pasar, meski persaingan menjadi semakin ketat. “Kalau buat kami, itu bukan masalah. Kami mendukung, karena manfaatnya juga untuk Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja,” kata dia. Christo menegaskan, Aletra tetap fokus pada visinya sebagai merek lokal yang menghadirkan kendaraan sesuai kebutuhan konsumen domestik. Ia menyebut, perusahaan tidak serta-merta memasukkan produk tanpa melalui proses riset dan penyesuaian. “Sejak awal, kami tidak mengambil jalur CBU. Kami langsung CKD karena ingin mengikuti kebijakan pemerintah secara maksimal,” kata dia. “Semua mobil Aletra yang dijual di Indonesia dirakit di sini. Bukan hanya perakitan, tapi juga R&D, penyesuaian merek, dan kalibrasi dilakukan di Indonesia. Inilah yang membedakan kita,” ujar Christo. Menurut Christo, pendekatan tersebut menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin ramai di segmen MPV listrik. “Kami ingin produk yang benar-benar sesuai dengan karakter pasar Indonesia,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang