Berbeda dengan mobil bermesin bensin yang punya transmisi dengan banyak tingkat percepatan, sebagian besar mobil listrik hanya menggunakan satu tingkat rasio gigi tetap, yang disebut single-speed reduction gear. Seperti diketahui, sistem penggerak motor listrik memiliki karakter unik: torsi maksimal tersedia sejak putaran nol. Artinya, begitu pedal akselerator diinjak, tenaga langsung tersalur ke roda tanpa harus menunggu putaran mesin naik. Karena alasan inilah, mobil listrik tidak butuh sistem transmisi konvensional untuk mengatur tenaga di tiap putaran. Bisa dibilang mobil listrik tak memakai transmisi AT ataupun CVT seperti mobil matik saat ini. Ilustrasi mobil listrik bekas Chery Omoda E5 “Kalau mobil listrik itu sebenarnya enggak pakai transmisi seperti mobil konvensional. Begitu injak pedal gas, langsung jalan. Jadi dari motor listrik langsung ke roda,” ujar Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, kepada Kompas.com (3/11/2025). Meski disebut “tanpa transmisi”, bukan berarti tidak ada komponen roda gigi sama sekali. Sebagai gantinya, reduction gear berfungsi menurunkan putaran motor listrik yang sangat tinggi. Pada sistem single-speed reduction gear, tetap terdapat sepasang roda gigi pengurang kecepatan serta diferensial, yang membagi tenaga ke roda kanan dan kiri. Dengan demikian, tenaga dari motor listrik tetap diatur agar mobil bisa berbelok dan berjalan mulus. Ilustrasi torque converter pada AT konvensioal Biasanya, komponen ini dikemas dalam satu unit tertutup yang terpasang di antara motor listrik dan poros roda. Unit ini jauh lebih sederhana dan ringan dibandingkan transmisi konvensional. Karena tidak ada kopling, torque converter, atau sistem perpindahan gigi yang rumit, perawatan mobil listrik jadi jauh lebih minim. Penggantian oli tidak sebanyak transmisi konvensional, tak ada entakan saat perpindahan gigi, dan efisiensi tenaga pun meningkat karena energi dari motor listrik tersalur langsung ke roda. “Memang masih ada diferensialnya, tapi dia enggak punya susunan gigi seperti 1, 2, 3, atau 4. Enggak seperti itu. Semua dikontrol komputer. Komputer yang mengatur, kapan mau maju, atau mundur, gitu saja,” ucap Budi. Meski begitu, ada beberapa mobil listrik berperforma tinggi seperti Porsche Taycan dan Lucid Air yang memakai dua tingkat rasio (2-speed transmission). Tujuannya untuk mengoptimalkan akselerasi di kecepatan rendah sekaligus efisiensi di kecepatan tinggi. Namun, sistem semacam ini biasanya diterapkan pada mobil sport atau supercar listrik, bukan untuk penggunaan harian. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.