Berbeda dengan mobil bermesin bensin yang memiliki banyak tingkat percepatan, sebagian besar mobil listrik justru hanya menggunakan satu tingkat rasio gigi tetap atau yang dikenal dengan single-speed reduction gear. Komponen ini menjadi kunci utama dalam sistem transmisi mobil listrik agar tenaga dari motor bisa tersalur mulus ke roda penggerak. Menurut Johan, pemilik bengkel JJ Mobil di Bekasi, reduction gear berfungsi sebagai penghubung antara motor traksi dengan roda penggerak. Test drive mobil listrik Jaecoo J5 EV di GIIAS 2025 “Secara sederhana, reduction gear terdiri dari gir kecil dan gir besar yang menyalurkan serta menurunkan putaran motor listrik,” jelas Johan saat dihubungi Kompas.com belum lama ini. Ia mengatakan, motor listrik memiliki karakter unik yakni torsi maksimal langsung tersedia sejak putaran nol. Karena itu, ketika pedal akselerator diinjak, motor akan langsung berputar sangat cepat, bahkan bisa mencapai puluhan ribu rpm. “Kalau tenaga sebesar itu langsung disalurkan ke roda tanpa pengurang, mobil justru sulit dikontrol. Reduction gear-lah yang mengatur agar tenaga motor bisa tersalur lebih halus dan seimbang,” ujarnya. Ilustrasi mobil listrik Jiyue 01 Johan menambahkan, gir kecil dari motor traksi diteruskan ke gir besar pada roda penggerak. Proses ini membuat putaran motor tetap tinggi dan responsif, tapi beban yang ditanggung motor menjadi lebih ringan. “Dengan begitu, penyaluran tenaga tetap linear dan efisien tanpa kehilangan performa,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.