Gejala perpindahan gigi yang kasar, muncul hentakan atau 'jedug', hingga akselerasi yang terasa berat sering kali jadi tanda awal transmisi matic mulai bermasalah. Namun menurut Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, Bogor, kerusakan seperti ini tidak selalu berarti harus overhaul transmisi. “Kerusakan transmisi tidak selalu harus diakhiri dengan overhaul atau turun transmisi. Ada langkah-langkah perawatan ringan yang bisa dilakukan terlebih dahulu,” ujar Budi, kepada Kompas.com (3/11/2025). Ilustrasi servis transmisi otomatis di Cakrawala Matic Solutions, bengkel spesialis transmisi di Cibinong, Bogor. Langkah paling ringan yang bisa dilakukan adalah flushing oli matic. Proses ini berfungsi seperti “cuci darah” pada sistem transmisi. Oli lama yang sudah kotor dikeluarkan, lalu diganti dengan oli baru sambil mesin tetap beroperasi agar kotoran benar-benar terangkat dari dalam sistem. “Perawatan paling ringan itu flushing oli matic. Kalau gejalanya belum hilang, baru dilanjutkan dengan menurunkan valve body untuk dibersihkan,” ucap Budi. Ilustrasi ganti oli transmisi mobil CVT Valve body sendiri berfungsi sebagai pusat kendali hidrolik transmisi otomatis. Di dalamnya terdapat filter oli transmisi yang bertugas menyaring kotoran dari oli. Bila filter ini tersumbat atau kotor, tekanan oli bisa menurun dan menyebabkan perpindahan gigi terasa tidak halus. “Dalam valve body terdapat filter oli transmisi yang perlu dibersihkan atau diganti secara berkala,” kata Budi. Dengan perawatan tepat seperti flushing dan pembersihan valve body, pemilik mobil bisa mengembalikan performa transmisi tanpa perlu bongkar total. Gejala “jedug” atau perpindahan gigi yang kasar pun biasanya akan berangsur hilang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.