Banyak pemilik mobil matik mungkin mengira usia pakai transmisi hanya dipengaruhi oleh gaya berkendara dan perawatan oli. Padahal faktor bobot kendaraan juga punya pengaruh besar terhadap ketahanan dan umur komponen di dalam transmisi otomatis. Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis transmisi matik Worner Matic, mengatakan bahwa berat kendaraan dapat mempercepat keausan komponen transmisi, bahkan pada mobil dengan spesifikasi mesin dan transmisi yang sama. Bengkel spesialis mobil matik Worner Matic “Bahkan pada mobil matik, bobot kendaraan juga memengaruhi usia pakainya,” ujar Hermas yang ditemui Kompas.com, di Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini. “Contohnya Alphard, Harrier, dan Camry. Ketiganya pakai matik yang sama, mesinnya sama. Tapi Alphard mestinya rusak lebih dulu, dua tahun kemudian baru Harrier, dan dua tahun setelah itu Camry. Jadi selisih antara Camry dan Alphard bisa sampai empat tahun,” katanya. Menurut Hermas, yang dimaksud bobot di sini adalah bobot kosong kendaraan, bukan tambahan berat akibat penumpang atau barang bawaan. “Karena konstruksi dan desain bodinya berbeda, otomatis Alphard punya bobot yang lebih berat. Harrier juga berat, sementara Camry rata-rata dipakai hanya satu atau dua orang,” kata dia. Bengkel spesialis mobil matik Worner Matic. Bobot kendaraan yang besar membuat komponen di dalam transmisi bekerja lebih keras, terutama pada bagian kopling (clutch) dan sistem hidrolik. “Karena bobot otomatis clutch bekerja ekstra. Beban yang ditanggung lebih besar, sehingga bahan dan komponen di dalamnya juga bekerja lebih berat,” ujar Hermas. Selain itu, beban yang berat juga berdampak pada suhu kerja mesin dan transmisi yang meningkat. Kondisi ini mempercepat degradasi oli transmisi serta menurunkan daya tahan komponen. Transmisi matik “Selain itu, karena beban kendaraan lebih berat, suhu kerja mesin pun cenderung lebih tinggi. Semua ini tentu berpengaruh terhadap daya tahan dan durabilitas transmisi," katanya. "Jadi kalau mobil yang memang sudah berat masih ditambah muatan banyak, umur transmisinya jelas akan lebih pendek,” ungkap Hermas. Dengan demikian, pemilik mobil matik disarankan untuk memperhatikan bobot kendaraan dan muatan yang dibawa, terutama untuk mobil berukuran besar. Selain menjaga performa, hal ini juga membantu memperpanjang umur transmisi agar tidak cepat rusak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.