Konsumsi bahan bakar mobil tidak hanya dipengaruhi mesin dan gaya berkendara, tetapi juga kondisi ban. Tekanan udara yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat membuat kerja kendaraan lebih berat dan meningkatkan pemakaian BBM. Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia, mengatakan bahwa tekanan ban harus selalu mengikuti anjuran dari pabrikan kendaraan. “Tekanan ban mobil harus mengikuti saran dari pabrikan mobil. Biasanya bisa ditemukan di pilar B sisi pengemudi pada mobil Jepang, dan di tutup pengisian bahan bakar (fuel filler flap) pada mobil buatan Eropa. Di situ dapat dilihat rekomendasi tekanan anginnya,” kata Rozi kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026). Sebelumnya, ia juga menjelaskan, peran ban terhadap konsumsi bahan bakar cukup besar, bahkan bisa mencapai sekitar 20 persen dalam kondisi normal. Test drive Jaecoo J7 SHS-P “Perlu diketahui, 20 persen konsumsi BBM yang dipakai pada kendaraan ada pada ban, itu dalam kondisi tekanan udaranya normal atau sesuai rekomendasi pabrikan,” katanya. Artinya, ketika tekanan udara ban tidak sesuai atau kurang dari standar, konsumsi bahan bakar akan meningkat. Hal ini terjadi karena hambatan gulir ban menjadi lebih besar, sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Kondisi tekanan ban yang kurang biasanya ditandai dengan tarikan kendaraan yang terasa lebih berat. Hal ini membuat efisiensi bahan bakar menurun, terutama saat digunakan dalam perjalanan jauh atau kondisi jalan padat. Rozi menjelaskan, ban memiliki peran penting karena menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Selain itu, tekanan udara dalam ban juga berperan dalam berbagai aspek, mulai dari performa, kenyamanan, handling, hingga kemampuan menahan beban kendaraan. “Karena itu, bila tekanan udara berkurang, walau hanya sedikit saja seperti 1-2 psi, tetap akan berpengaruh ke efisiensi BBM dan hal lain. Semakin jauh jarak tempuh, makin besar pengeluaran BBM kalau tekanan udara berkurang,” ucap Rozi. Ia menambahkan, yang sebenarnya menopang seluruh bobot kendaraan bukanlah ban, melainkan udara di dalamnya. Sebagai langkah pencegahan, pemilik kendaraan disarankan untuk rutin memeriksa tekanan ban, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh. Dengan tekanan yang sesuai, konsumsi BBM bisa lebih efisien sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan selama berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang