- Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sesuai spesifikasi mesin penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal dan memperpanjang usia komponen. Pasalnya, penggunaan BBM yang tidak tepat tidak hanya menurunkan tenaga mesin, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang. Hal ini berkaitan erat dengan proses pembakaran yang menjadi kunci utama dalam menghasilkan tenaga pada mesin kendaraan. Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan, proses pembakaran pada mesin kendaraan sangat bergantung pada kualitas BBM sebagai komponen utama dalam menghasilkan tenaga secara optimal. “Namanya juga ICE (Internal Combustion Engine) atau biasa disebut motor bakar, maka pembakaran menjadi proses yang vital. Proses pembakaran, pasti membutuhkan bahan bakar sebagai komponen utamanya. Maka kalau BBM-nya tidak berkualitas atau tidak sesuai standar, pasti akan mempengaruhi performa, bahkan sampai menurunkan usia pakai komponen-komponen yang bekerja pada proses tersebut. Itu konsep sederhananya,” kata Victor kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2026). Pakistan menaikkan harga bensin dan solar sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak global akibat perang yang terjadi di Timur Tengah Lebih lanjut Victor yang juga merupakan Dosen Teknik Industri pada Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi Institut Teknologi PLN menjelaskan, penggunaan BBM yang tepat akan membuat proses pembakaran berlangsung lebih sempurna. Dampaknya, tenaga yang dihasilkan mesin menjadi lebih optimal, termasuk akselerasi yang terasa lebih responsif saat kendaraan digunakan. “Dengan BBM yang tepat maka proses pembakaran akan sempurna, sehingga power yang dihasilkan akan lebih optimal termasuk akselerasi yang akan semakin responsif,” kata dia. Sebaliknya, penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi dapat menimbulkan berbagai masalah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam waktu dekat, pengemudi bisa merasakan gejala seperti mesin mengelitik, tenaga menurun, hingga konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. “Kualitas BBM yang tidak tepat akan mengakibatkan proses pembakaran yang tidak sempurna. Dampaknya dalam jangka pendek bisa dirasakan dari mesin yang menggelitik, tenaga yang turun, sampai konsumsi BBM yang boros,” katanya. Sementara dalam jangka panjang, dampaknya bisa lebih serius. Mulai dari komponen injeksi yang kotor hingga tersumbat, ruang bakar yang dipenuhi kerak, hingga potensi kerusakan komponen mesin akibat oli yang terkontaminasi residu pembakaran. “Dalam jangka panjang akan terlihat pada komponen injeksi yang kotor sampai tersumbat, ruang bakar yang kotor, hingga kerusakan komponen yang disebabkan oleh oli yang terkontaminasi oleh residu pembakaran yang terbawa oleh oli,” katanya. Dengan demikian, pemilihan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan menjadi hal penting untuk menjaga performa sekaligus memperpanjang usia mesin kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang