Ilustrasi mudik Hal itu disampaikan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korlantas Polri Kombes Pol Aries. Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan menjadi salah satu langkah utama untuk mengurai potensi kemacetan selama periode mudik. Sejumlah skema telah disiapkan, baik di jalan tol maupun jalur arteri yang menjadi jalur favorit pemudik. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Rekayasa lalu lintas yang kita lakukan, one way, one way lokal, contraflow, pengalihan arus, delaying system, maupun pelaksanaan ganjil genap yang kita lakukan terutama di lokasi-lokasi wisata,” ujar Aries seperti dikutip VIVA Otomotif, Kamis 12 Maret 2026.Selain di jalur darat, pengaturan lalu lintas di kawasan penyeberangan juga menjadi perhatian utama. Salah satu titik krusial yang disorot adalah lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.Menurut Aries, Korlantas telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) bersama seluruh Direktur Lalu Lintas dari berbagai wilayah untuk menyimulasikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.Dalam skema yang disiapkan, akan diberlakukan pembatasan waktu tertentu bagi kendaraan yang akan menyeberang. Kendaraan dari arah Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang akan dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB pada 18 Maret 2026.Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa akan ditutup mulai pukul 05.00 WIB. Kebijakan ini diambil karena arus kendaraan di wilayah Jawa diperkirakan jauh lebih padat selama periode mudik.Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Korlantas juga melakukan simulasi bersama Kementerian Perhubungan serta pengelola jalan tol untuk memetakan potensi kepadatan kendaraan. Salah satu faktor yang dinilai dapat membantu mengurai lonjakan kendaraan adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara.Aries mengatakan, kebijakan tersebut diperkirakan dapat menyebarkan waktu keberangkatan pemudik sehingga tidak menumpuk dalam satu waktu.Berdasarkan hasil pemetaan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 16–17 Maret 2026, bertepatan dengan periode WFA bagi sebagian pekerja.Sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026, ketika sebagian besar masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik.Adapun puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 20–25 Maret 2026, kemudian disusul gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.Selain pengaturan lalu lintas, Korlantas juga menyoroti pentingnya pembatasan kendaraan sumbu tiga selama periode mudik. Kebijakan tersebut dinilai efektif menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur arteri.Aries mengungkapkan, pada periode mudik tahun sebelumnya angka fatalitas kecelakaan berhasil ditekan hingga 31 persen. Meski demikian, upaya peningkatan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik, Korlantas juga mempertimbangkan pemanfaatan ruas tol baru secara fungsional, salah satunya Tol Jakarta–Cikampek II Selatan. Jalan tol tersebut dinilai dapat membantu mengurai penumpukan kendaraan di kawasan Cikampek, terutama di titik pertemuan arus kendaraan dari arah Bandung dan Jakarta.Dengan berbagai skema tersebut, Korlantas berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalan raya