JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini penggunaan bahan bakar dengan RON lebih rendah dari rekomendasi pabrikan sering menjadi perhatian karena dapat memicu masalah pada mesin. Namun, tidak sedikit pula pengguna kendaraan yang memilih bensin dengan angka oktan lebih tinggi dari spesifikasi yang dianjurkan. Menurut Ahli Konservasi Energi dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, setiap kendaraan pada dasarnya sudah dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tertentu agar proses pembakaran berlangsung optimal. “Pembakaran itu sangat bergantung pada kesesuaian antara RON bahan bakar dengan timing ignition atau pengaturan pengapian pada mesin. Kalau tidak sesuai, hasilnya justru tidak optimal,” kata Tri kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026). Jelang Lebaran, Ratusan Kendaraan Antri Mengisi BBM di SPBU *** Local Caption *** Jelang Lebaran, Ratusan Kendaraan Antri Mengisi BBM di SPBU Tri menjelaskan, penggunaan bahan bakar dengan RON lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan tidak otomatis membuat performa kendaraan meningkat atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Hal ini karena sistem pengapian mesin telah diatur berdasarkan karakteristik bahan bakar tertentu. Ketika oktan yang digunakan terlalu tinggi, proses pembakaran bisa terjadi tidak pada waktu yang paling ideal di dalam ruang bakar. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan mesin dapat menurun. Ketika daya berkurang, pengemudi biasanya akan menekan pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan performa yang diinginkan. Kondisi tersebut justru berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Selain itu, pembakaran yang tidak optimal juga dapat membuat emisi gas buang meningkat. Tri menambahkan, kondisi serupa juga bisa terjadi pada sepeda motor yang umumnya memiliki pengaturan mesin lebih sederhana dibandingkan mobil modern. “Kalau motor setting-nya untuk RON tertentu, misalnya RON 90, lalu diisi RON yang lebih tinggi, tarikannya bisa terasa lebih berat,” ujar Tri. Karena itu, Tri menyarankan pengguna kendaraan untuk tetap mengikuti rekomendasi bahan bakar yang diberikan pabrikan. Selain menjaga efisiensi, penggunaan bensin sesuai spesifikasi juga membantu mesin bekerja lebih optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang