Banyak pengguna kendaraan mengira bahwa menggunakan bahan bakar dengan angka oktan (RON) lebih tinggi akan membuat mesin lebih irit dan bertenaga. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Setiap kendaraan sudah dirancang untuk menggunakan jenis BBM tertentu, sehingga pemakaian yang tidak sesuai justru bisa membuat kinerja mesin menjadi kurang optimal. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pakar bahan bakar dan pelumas mengatakan, setiap kendaraan pada dasarnya telah dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan angka oktan (RON) tertentu agar proses pembakaran berlangsung optimal. “Pembakaran sangat bergantung pada kesesuaian antara RON bahan bakar dengan waktu pengapian (ignition timing) pada mesin. Kalau tidak sesuai, hasilnya justru tidak optimal,” kata Tri belum lama ini kepada Kompas.com. Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean) Tri menjelaskan, penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan (RON) lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan tidak otomatis meningkatkan performa mesin atau membuat konsumsi BBM lebih irit. Pasalnya, sistem pengapian sudah disetel sesuai karakteristik bahan bakar tertentu, sehingga jika oktan terlalu tinggi, proses pembakaran di ruang bakar bisa terjadi tidak pada waktu yang paling optimal. Akibatnya, tenaga mesin bisa menurun sehingga performa tidak terasa maksimal. Untuk mengimbanginya, pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam, yang pada akhirnya dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Kondisi ini tidak hanya membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, tetapi juga berpotensi meningkatkan emisi gas buang akibat proses pembakaran yang tidak berlangsung secara optimal. Tri menambahkan, kondisi serupa juga bisa terjadi pada sepeda motor yang umumnya memiliki pengaturan mesin lebih sederhana dibandingkan mobil modern. “Kalau motor disetel untuk RON tertentu, misalnya RON 90, lalu diisi RON lebih tinggi, tarikannya bisa terasa lebih berat,” katanya. Tri menyarankan agar pengguna kendaraan tetap mengikuti rekomendasi bahan bakar dari pabrikan. Selain menjaga efisiensi konsumsi BBM, penggunaan bensin sesuai spesifikasi juga penting untuk memastikan mesin bekerja optimal dan lebih awet. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang