Perbedaan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan tinggi dan rendah kerap menjadi pertanyaan, terutama terkait efisiensi penggunaan untuk kendaraan harian. Secara umum, angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan sebelum terbakar di dalam ruang mesin. Semakin tinggi angka oktan, semakin baik bahan bakar tersebut dalam mencegah gejala knocking atau pembakaran tidak sempurna yang dapat mengganggu kinerja mesin. Karena itu, kendaraan dengan kompresi tinggi membutuhkan BBM beroktan tinggi agar pembakaran optimal dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean) Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady mengatakan, bahan bakar dengan oktan tinggi pada dasarnya lebih hemat digunakan untuk kendaraan harian. Namun, ia mengatakan, hal ini juga tergantung dengan kendaraanya, pada kendaraan lama, penggunaan BBM beroktan tinggi tidak selalu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi. “Kalau kendaraan lama mungkin tidak terlalu berpengaruh, karena masih menggunakan desain rasio kompresi mesin yang rendah,” katanya kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026). Jayan menjelaskan, mesin dengan kompresi rendah tidak mampu memanfaatkan BBM beroktan tinggi secara optimal. “Sehingga dikasih BBM oktan tinggi juga tidak bisa optimal,” ucapnya. Jadi, penggunaan BBM sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan agar kinerjanya tetap efisien. Senada, Kamal, pemilik bengkel Kafka, mengatakan bahwa penggunaan BBM harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan. “Kalau masalah oktan tergantung dari spesifikasi mesinnya. Biasanya pabrikan sudah menentukan kadar oktan yang pas untuk mesin tersebut,” ucap Kamal. Ia menjelaskan, penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai justru dapat berdampak pada kinerja mesin. “Kalau terlalu tinggi juga tidak selalu lebih baik, bahkan bisa membuat mesin bekerja tidak optimal dan cenderung lebih panas,” kata dia. Karena itu, Kamal menyarankan pemilik kendaraan untuk mengikuti rekomendasi pabrikan agar performa dan efisiensi bahan bakar tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang