Harga BBM yang terus melonjak membuat banyak orang mulai berpikir beralih ke mobil listrik. Namun, masih banyak yang ragu, mana yang lebih menguntungkan dari keduanya? Jika bicara mana lebih menguntungkan, paling mudah dilihat dari konsumsi BBM atau efisiensi dayanya. Salah satu mobil yang banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat Indonesia, adalah mobil jenis multi purpose vehicle (MPV). Untuk MPV bermesin bensin, salah satu yang terlaris adalah Toyota Innova Zenix. Jika dikomparasi dengan mobil listrik, paling tepat disandingkan dengan BYD M6. BYD M6 Secara harga juga tidak jauh berbeda, Innova Zenix bensin dibanderol mulai Rp 430 jutaan hingga Rp 480 jutaan. Sementara M6, harganya di kisaran Rp 380 jutaan hingga Rp 430 jutaan. Innova Zenix bensin, berdasarkan pengetesan yang pernah dilakukan redaksi, konsumsi BBM-nya tercatat 16,2 kilometer per liter. Untuk M6, hasil efisiensi dayanya adalah 5,7 kilometer per kWh. Jika sama-sama menempuh jarak 100 km, maka Innova Zenix dengan 16,2 km per liter membutuhkan biaya sekitar Rp 76.000. Dengan catatan, harga Pertamax Rp 12.300. Komunitas pengguna BYD M6 Sementara M6, dengan efisiensi daya 5,7 km per kWh, maka dibutuhkan biaya pengecasan sekitar Rp 44.000. Dengan biaya pengecasan Rp 2.466 per kWh, menggunakan Stasiun Pengecasan Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN. Perbandingan biaya yang dibutuhkan untuk sama-sama menempuh 100 km sangat signifikan, antara mobil bensin dengan mobil listrik. Sementara biaya perawatan, sudah jelas mobil listrik dengan jumlah komponen yang lebih sedikit dari mobil bensin, akan lebih rendah. Ilustrasi pengecekan oli mesin mobil Auto2000 Begitu pula dengan pajak tahunan, mobil listrik hingga saat ini masih mendapatkan insentif pajak dari pemerintah. Selain itu, mobil listrik juga bebas ganjil genap. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang