Teknologi turbocharger banyak disematkan pada mobil-mobil kecil guna menunjang efisiensi. Di sisi lain, masih banyak juga mobil kecil tanpa turbocharger, hanya saja kapasitas mesin umumnya sedikit lebih besar atau naturally aspirated (NA). Fenomena tersebut cukup menarik karena mesin kecil umumnya bisa lebih irit daripada mesin besar. Namun, adanya turbocharger tentu akan mempengaruhi konsumsi BBM secara total. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan perbandingan antara mesin kecil turbocharger dan mesin lebih besar tanpa turbo dalam hal efisiensi bahan bakar tidak memiliki jawaban mutlak. “Keduanya memiliki keunggulan masing-masing tergantung kondisi penggunaan, dan lalu lintas, terutama pada mobil kecil,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (25/4/2026). Mesin kecil turbo umumnya mengusung konsep downsizing, yaitu kapasitas mesin diperkecil tetapi tetap menghasilkan tenaga setara mesin lebih besar berkat bantuan turbo. Ilustrasi kickdown pedal gas Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan performa. “Dalam kondisi berkendara santai, mesin kecil turbo cenderung lebih irit. Saat pedal gas diinjak ringan, mesin bekerja layaknya mesin kecil biasa sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat,” ucap Imun. Keunggulan ini paling terasa saat perjalanan luar kota atau di jalan tol. SPBU BP AKR Cirendeu Kecepatan yang stabil membuat mesin tidak perlu bekerja keras, sehingga efisiensi bahan bakar bisa optimal. Namun, kondisi berubah saat akselerasi, atau “boost” pada turbocharger aktif. Ketika pengemudi sering berakselerasi atau menekan gas dalam, sistem akan menyuplai lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga tambahan. Daihatsu Rocky Facelift Akibatnya, konsumsi bahan bakar bisa meningkat cukup signifikan. Dalam kondisi ini, mesin turbo bahkan bisa menjadi lebih boros dibanding mesin NA dengan kapasitas lebih besar. “Mesin NA memiliki karakter yang lebih sederhana dan stabil. Tanpa turbo, suplai tenaga berlangsung linear sehingga konsumsi bahan bakar cenderung lebih konsisten,” ucap Imun. Di dalam kota dengan kondisi lalu lintas padat, mesin NA sering kali lebih efisien. Hal ini karena tidak ada lonjakan konsumsi bahan bakar akibat aktivasi turbo. Faktor lain seperti gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, serta jenis transmisi juga sangat mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar, terlepas dari jenis mesin yang digunakan. "Secara garis besar konsumsi BBM keduanya sama, plus minusnya tergantung dari cara berkendara, lalu lintas, dan muatan," ucap Imun. Kesimpulannya, mesin kecil turbo lebih unggul dalam efisiensi jika digunakan secara halus dan konstan, terutama di jalan bebas hambatan. Sementara itu, mesin NA lebih cocok untuk penggunaan harian di dalam kota karena konsumsi bahan bakarnya lebih stabil dan mudah diprediksi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang