Mobil hybrid (HEV) memiliki karakter unik terkait pembagian tugas kerja antara motor listrik dan mesin bakar. Keduanya bekerja bergantian atau bisa bersamaan, diatur secara otomatis oleh sistem sesuai kebutuhan. Untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), pengemudi HEV tak bisa memilih lewat tombol, tapi bisa dengan memahami karakter mobil untuk mencapai eco driving. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan konsumen perlu memahami bahwa mobil hybrid ada banyak jenis, seperti mild hybrid, parallel hybrid, serial hybrid dan plug-in hybrid. “Cara mengemudi yang hemat BBM secara umum hampir sama, yakni perlu menginjak pedal gas secara lembut, jangan sering melakukan kickdown,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Senin (12/1/2026). Sebagai contoh di HEV dengan sistem paralel, ketika pengemudi menginjak pedal gas perlahan maka respons sistem akan membuat motor listrik saja yang bekerja. “Ini bisa terjadi saat mobil melaju pelan, seperti di parkiran, jalanan macet, gang dan sejenisnya, selama baterai terisi maka motor listrik saja yang akan menggerakkan roda, sementara mesin bakar kondisinya mati,” ucap Jayan. Berbeda dengan kebiasaan mengemudi agresif, ketika pedal gas diinjak secara spontan dan dalam, maka respons mobil akan menyemburkan tenaga optimal, yakni dengan mengaktifkan mesin bakar dan motor listrik secara bersamaan. “Efeknya akselerasi lebih buas, tapi konsumsi BBM menjadi lebih boros, selain itu baterai HEV akan terkuras, sehingga mesin bakar juga bertugas untuk mensuplai arus listrik atau berperan sebagai generator,” ucap Jayan. Tampilan konsumsi BBM rata-rata mobil hybrid Dengan bertambahnya beban mesin bakar, maka konsumsi BBM akan meningkat. Bila kebiasaan ini tidak ditinggalkan dan terus berulang, maka mobil hybrid yang punya efisiensi tinggi pun tetap akan boros. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan di mobil hybrid tak dibekali fitur tombol untuk pengemudi memilih motor listrik saja untuk bekerja. “Sistem bekerja otomatis, pengemudi hanya bisa membiasakan diri dan mengenali karakternya, kapan mesin bakar mati dan kapan aktif, seperti awal jalan dan melaju pelan kurang dari 20 Km per jam, yang bekerja motor listrik saja,” ucap Riski kepada KOMPAS.com di Solo, belum lama ini. Tampilan layar display (MID) New Veloz Hybrid Konsumen juga bisa memantau sistem hybrid yang sedang aktif secara real time di layar informasi (MID) untuk membiasakan diri, khususnya untuk membiasakan budaya eco driving. Ternyata, meski mobil hybrid punya efisiensi tinggi, pengemudi tetap harus membiasakan mode eco driving agar lebih irit BBM. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang