Banyak pabrikan mengklaim mobil listrik berbasis baterai (BEV) minim perawatan. Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi konsumen karena dapat menekan biaya operasional. Namun, faktanya mobil listrik tidak sepenuhnya bebas perawatan. Ada beberapa komponen yang harus dirawat dan diganti secara berkala, seperti oli. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan ditinjau dari komponen, mobil listrik memang lebih sederhana. “Sudah tidak ada mesin, jadi oli mesin, busi, piston, dan lainnya tak perlu diganti secara berkala, sementara baterai dan motor listrik nyaris tak membutuhkan perawatan berkala,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Rabu (26/11/2025). Sementara itu, pengguna mobil listrik hanya perlu merawat gardan selalu penerus daya dari motor listrik ke roda penggerak, Terdapat oli di komponen ini sebagai pelumas. “Setiap pabrikan punya rekomendasi penggantian oli gardan ini tiap berapa kilometer, rentangnya bisa 10.000 Km sampai 20.000 Km rata-rata,” ucap Jayan. Ilustrasi mobil listrik bekas Chery Omoda E5 Robertus Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, mengatakan umumnya pada mobil listrik ada oli atau pelumas yang perlu dicek dan diganti secara berkala. “Tiap model dan merk mungkin berbeda interval penggantian olinya, sementara perannya sebagai pelumas dan pendingin komponen mekanis saja, tepatnya di gear reduction-nya,” ucap Danang kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Jadi, meski minim perawatan, mobil listrik masih memerlukan perawatan berkala salah satunya dengan mengganti oli secara berkala. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang