Banyak pemilik kendaraan elektrifikasi masih menganggap baterai mobil listrik (Electric Vehicle) dan hybrid tidak memerlukan perawatan khusus. Padahal, meski tidak serumit mesin konvensional, komponen baterai tetap membutuhkan perhatian agar performanya tetap optimal dan usia pakainya lebih panjang. Perawatan yang dilakukan pun berbeda antara mobil hybrid dan mobil listrik murni. Pada mobil hybrid, fokus perawatan biasanya berada pada kebersihan baterai dan konektornya. Sementara pada mobil listrik, perhatian lebih banyak tertuju pada sistem pendingin baterai. Kepala Teknisi Domo Hybrid, Yogig Pramono, mengatakan perawatan berkala dapat membantu menjaga kondisi baterai tetap prima sekaligus mendeteksi potensi masalah lebih dini. Mobil Hybrid Perlu Baterai Cleaning Menurut Yogig, salah satu perawatan yang umum dilakukan pada mobil hybrid adalah baterai cleaning atau pembersihan baterai. Proses ini dilakukan dengan membongkar baterai, kemudian membersihkan bagian konektor dan komponen pendukung lainnya yang berpotensi kotor akibat usia pemakaian. "Kalau untuk hybrid sendiri, kalau misalnya kita melakukan baterai cleaning, nanti baterainya kita buka, terus kita bersihkan semua termasuk konektor-konektornya," kata Yogig kepada Kompas.com, saat ditemui di Jakarta Utara, Rabu (3/6/2026). Ia menjelaskan, kondisi konektor yang bersih penting untuk menjaga aliran listrik tetap optimal dan mengurangi risiko gangguan pada sistem baterai hybrid. Baterai mobil hybrid Biaya Perawatan Hybrid Mulai Rp 1 Jutaan Untuk biaya perawatan, saat ini Domo Hybrid sedang memberikan program promo khusus baterai cleaning. "Untuk sekarang lagi ada promo. Dari yang biasanya Rp 2,5 juta, sekarang di kisaran Rp 1 jutaan untuk mobil hybrid," ujar Yogig. Biaya tersebut dapat berbeda tergantung jenis kendaraan dan kondisi baterai yang ditangani. Mobil EV Fokus pada Sistem Pendingin Baterai Berbeda dengan mobil hybrid, perawatan pada mobil listrik umumnya tidak menyentuh modul baterai secara langsung. Menurut Yogig, yang lebih sering dilakukan adalah perawatan sistem pendingin baterai, baik yang menggunakan pendingin udara maupun cairan coolant. Pada mobil listrik yang menggunakan sistem pendingin cairan, perawatan biasanya dilakukan dengan mengganti coolant sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan. "Kalau untuk EV yang pakai sistem pendingin coolant, biasanya cuma ganti coolant-nya saja," kata Yogig. Ia menjelaskan, biaya penggantian coolant cukup bervariasi karena kapasitas setiap mobil berbeda. "Kalau untuk coolant kurang lebih di kisaran Rp 500.000 sampai Rp 1 jutaan. Setiap mobil beda-beda kapasitas coolant-nya," ujarnya. Selain coolant, komponen lain yang perlu diperhatikan pada mobil listrik adalah sistem pendingin kabin yang juga berhubungan dengan manajemen temperatur baterai. Karena itu, penggantian freon dan oli kompresor AC menjadi salah satu pekerjaan servis yang cukup umum dilakukan. Inovasi baterai mobil listrik dari Korea Selatan Biayanya Hampir Rp 2 Juta "Kalau untuk AC, biasanya kita ganti oli AC sama freon itu di kisaran hampir Rp 2 jutaan," kata Yogig. Perawatan tersebut bertujuan menjaga kinerja sistem pendingin tetap optimal sehingga suhu baterai maupun kabin kendaraan dapat terkontrol dengan baik. Banyak pemilik kendaraan elektrifikasi baru melakukan pengecekan ketika muncul gejala kerusakan. Padahal, perawatan berkala dapat membantu memperpanjang umur komponen dan mencegah biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. Untuk mobil hybrid, pembersihan baterai dan konektor bisa dilakukan secara berkala sesuai kondisi pemakaian. Sementara pada mobil listrik, pemilik perlu memperhatikan jadwal penggantian coolant, freon, maupun oli kompresor AC sesuai rekomendasi pabrikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang