Populasi sepeda motor listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan. Meski menawarkan efisiensi tinggi dan bebas emisi, pemilik kendaraan roda dua ramah lingkungan ini tetap wajib memahami pola perawatan komponen utamanya, terutama sektor baterai. Baterai bisa dibilang sebagai "jantung" dari motor listrik. Komponen ini tidak hanya krusial untuk performa, tetapi juga menjadi komponen dengan nilai investasi paling tinggi jika terjadi kerusakan. Oleh karena itu, menjaga kesehatannya adalah harga mati bagi pemilik motor listrik. Mohamad Rifki Robani, punggawa bengkel spesialis motor listrik STB EV, mengatakan, perawatan komponen motor listrik yang paling utama adalah baterainya. Ilustrasi baterai motor listrik Menurut Rifki, salah satu kebiasaan yang sering diabaikan pengguna adalah ketidakakuratan indikator baterai pada panel instrumen beberapa model motor listrik. Pengguna diimbau untuk lebih jeli dan tidak langsung menelan mentah-mentah kapasitas yang tertera di layar. "Kalau dipakai, harus diperhatikan persentase baterainya, sisanya tinggal berapa. Sebab, display yang ada di speedometer itu tidak akurat, kan biasanya tampilannya itu per 25 persen," ujar Rifki, kepada Kompas.com, belum lama ini. Hindari 'Deep Discharge' Rifki menambahkan, jangan sampai baterai motor listrik digunakan sampai benar-benar habis. Sebab, akan mengurangi siklus hidup (life cycle) dari baterai tersebut. Ilustrasi baterai motor listrik Menghabiskan daya baterai hingga menyentuh angka nol persen (deep discharge) dapat merusak sel baterai secara permanen. Akibatnya, kemampuan menyimpan daya akan menurun drastis seiring berjalannya waktu. Pada sisi lain, banyak pengguna yang mengkhawatirkan efek overcharge atau pengisian daya berlebih saat ditinggal tidur semalaman. Menanggapi hal ini, Rifki menyebutkan bahwa teknologi pengisian daya motor listrik saat ini umumnya sudah cukup pintar. Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun "Sebenarnya, kalau kelamaan dicas tidak masalah. Sebab, ada otomatis cut off di charger-nya," kata Rifki. Pentingnya Kalibrasi Berkala Meski pengisian daya dirasa aman dari overcharge, bukan berarti baterai bisa dibiarkan begitu saja tanpa perawatan teknis. Ada satu ritual wajib yang perlu dilakukan secara berkala demi menjaga performa baterai tetap optimal, yaitu penyelarasan sel baterai. Menurut Rifki, seiring berjalannya waktu, arus pada baterai motor listrik akan menjadi tidak seimbang. Setidaknya, setiap 6 bulan sekali perlu dilakukan balancing atau kalibrasi pada baterai. Proses balancing ini berfungsi untuk menyamakan tegangan di setiap sel baterai, sehingga tidak ada sel yang bekerja terlalu keras atau drop lebih dulu. Jika semua langkah preventif ini dilakukan dengan disiplin, usia pakai baterai dijamin bisa bertahan lama. "Jika perawatannya benar, maka baterai itu bisa awet sampai lima tahun. Lumayan kan, karena baterai itu komponen yang paling mahal pada motor listrik," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang