Membeli mobil bukan hanya soal harga di awal, tetapi juga komitmen biaya yang harus dikeluarkan selama pemakaian. Mulai dari bahan bakar, pajak, hingga servis rutin, semuanya perlu diperhitungkan agar penggunaan kendaraan tetap nyaman dan tidak membebani di kemudian hari. Biaya kepemilikan atau cost of ownership menjadi salah satu faktor penting saat membeli kendaraan. Pengeluaran ini perlu dihitung sejak awal, karena memelihara mobil tetap membutuhkan dana khusus agar kondisinya selalu prima dan bisa diandalkan. Paling dasar, perhitungan mencakup konsumsi bahan bakar, biaya servis, hingga harga suku cadang. Selain itu, lokasi bengkel serta ketersediaan komponen juga perlu jadi pertimbangan agar tidak menyulitkan pemilik di masa depan. Setelah sebelumnya membahas performa dan konsumsi bahan bakar Jetour T2, kali ini Kompas.com menghitung estimasi biaya kepemilikan hingga lima tahun pemakaian atau setara 100.000 km. Jetour T2 Dari sisi konsumsi BBM, Jetour T2 mencatatkan angka 8,5 km per liter berdasarkan pengujian dengan gaya berkendara harian di dalam kota. Jika digunakan hingga 100.000 km, maka kebutuhan bahan bakar mencapai sekitar 11.764 liter. Dengan asumsi menggunakan Pertamina Pertamax seharga Rp 12.300 per liter, maka total biaya BBM selama lima tahun mencapai Rp 144.697.200. Selanjutnya, untuk pajak tahunan atau Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pihak Jetour menyebut angkanya berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per tahun. Adapun untuk perawatan, Jetour memberikan gratis servis hingga tiga tahun atau 40.000 km. Setelah itu, pada rentang 55.000 km sampai 100.000 km, pemilik perlu mengeluarkan biaya servis sekitar Rp 15.495.979 atau dibulatkan menjadi Rp 15.500.000. Jetour T2 Jika seluruh komponen biaya dijumlahkan, maka total biaya kepemilikan Jetour T2 selama lima tahun berada di kisaran Rp 164.697.200 hingga Rp 165.697.200. Angka tersebut sudah mencakup kebutuhan bahan bakar, pajak, dan perawatan kendaraan. Kalau dirinci, biaya yang perlu disiapkan setiap tahun sekitar Rp 32.939.400. Sementara per bulan, dana yang harus disediakan sekitar Rp 2.744.953, atau setara Rp 91.498 per hari. Namun demikian, perlu dicatat bahwa seluruh angka tersebut masih bersifat estimasi. Perhitungan juga belum memasukkan kemungkinan biaya tambahan, termasuk servis pada periode 80.000 km hingga 100.000 km. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang