Jetour membuka peluang menghadirkan varian plug-in hybrid (PHEV) untuk model yang sudah dipasarkan di Indonesia, termasuk Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus. Namun, realisasinya tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, mengatakan bahwa pendekatan Jetour dalam menghadirkan teknologi elektrifikasi selalu dilakukan secara hati-hati. “Jadi ketika kami launching PHEV, memang kami sangat hati-hati launching-nya ya. Kami luncurkan X70 dan Dashing di awal tahun lalu, launching T2 kemarin November tapi tidak terlalu agresif karena memang kami juga mau memastikan aftersales,” ujar Ranggy di Beijing, belum lama ini. Jetour X70 Plus “Terutama setelah mereka membeli mobil itu kan bukan hanya berhenti di handover ya, tapi juga kesiapan dari network terkait servis dan lain-lain. Itu juga kita pastikan untuk kesiapannya pada saat kita launching PHEV nanti,” kata dia. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa potensi kehadiran varian PHEV untuk Dashing dan X70 Plus cukup terbuka, seiring strategi elektrifikasi bertahap yang dijalankan Jetour di Indonesia. Dari sisi penjualan, kedua model ini memang masih dalam tahap awal pengenalan pasar. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Jetour Dashing mencatatkan penjualan 77 unit. Booth Jetour di Beijing Auto Show 2026 Sementara Jetour X70 Plus mencapai 48 unit. Secara total, penjualan Jetour di Indonesia dalam periode tersebut telah mencapai 672 unit. Dengan angka tersebut, kehadiran varian PHEV berpotensi menjadi dorongan tambahan untuk meningkatkan daya tarik kedua model di pasar. Apalagi, tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia terus berkembang, meski masih membutuhkan kesiapan ekosistem yang matang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang