Segmen SUV bergaya boxy atau mengotak kini semakin ramai di Indonesia. Salah satu pemain baru yang menarik perhatian datang dari Jetour T2, yang menawarkan kombinasi desain tangguh, fitur modern, hingga kemampuan off-road. Saat pertama kali saya melihatnya, kesan SUV petualang langsung terasa. Proporsinya besar dengan dimensi panjang 4.785 mm (termasuk box ban cadangan), lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.870 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Jetour T2 Ground clearance 220 mm semakin menegaskan karakter siap diajak menjelajah berbagai medan. Dari sisi depan, desain T2 terlihat tegas dengan gril berbentuk kotak dan aksen garis horizontal. Lampu utama dibuat menyatu dengan gril, tampil modern namun tetap kokoh. Jetour T2 Bumper depan yang tebal juga menambah aura SUV off-road. Beralih ke samping, karakter boxy semakin kuat dengan garis bodi lurus tanpa banyak lekukan. Over fender besar dipadukan ban all-terrain 255/60 R19 membuat tampilannya semakin gagah. Selain itu, jendela besar memberikan kesan kabin luas sekaligus membantu visibilitas pengemudi. Bagian belakang, ciri khas mobil petualang terlihat dari adanya box ban cadangan di pintu bagasi. Lampu belakang dibuat vertikal dengan desain modern, sementara bumper tetap tampil kokoh, selaras dengan bagian depan. Masuk ke kabin, kesan modern langsung terasa. T2 dibekali head unit 15,6 inci yang dipadukan panel instrumen digital 10,25 inci. Sistem ini sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay secara wireless, sehingga memudahkan konektivitas tanpa kabel. Material interior juga cukup baik, dengan balutan kulit pada jok dan setir. Pengaturan setir tilt dan telescopic serta jok elektrik enam arah untuk pengemudi (dilengkapi lumbar support dan memory function) membuat posisi berkendara lebih nyaman. Jetour T2 Penumpang depan juga mendapat jok elektrik empat arah. Ruang kabin belakang terbilang lega. Dengan tinggi badan 168 cm, leg room dan head room masih cukup tersisa. Fitur tambahan seperti hand rest dan cup holder turut menunjang kenyamanan penumpang. Untuk menunjang kepraktisan, tersedia port USB dan Type-C di baris depan dan belakang, serta wireless charging. Sistem audio Sony dengan 12 speaker juga memberikan pengalaman hiburan yang lebih maksimal. Dari sisi performa, Jetour T2 mengandalkan mesin 2.000 cc T-GDI yang menghasilkan tenaga 241 Hp dan torsi 375 Nm pada 1.750–4.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi 7-percepatan dual-clutch ke sistem Realtime 4WD. Saat dikendarai, respons mesin terasa cukup bertenaga terutama di putaran menengah. Namun, saat awal injak pedal gas, terasa sedikit jeda yang wajar untuk mesin turbo. Dalam pengujian akselerasi menggunakan Racelogic, T2 mencatat 0-60 kpj dalam 4,5 detik dan 0-100 kpj dalam 9,3 detik pada mode normal. Sementara mode sport mencatat 4,6 detik (0-60 kpj) dan 9,5 detik (0-100 kpj). Untuk pengendalian, mobil terasa stabil hingga kecepatan 100 kpj. Sementara saat dibawa ke medan light off-road, suspensi terasa agak keras, namun masih dalam batas wajar untuk SUV dengan orientasi jelajah. Fitur berkendara juga cukup lengkap, mulai dari mode Sport, Eco, Normal, hingga mode khusus seperti Snow, Dirt, Sand, Rock, dan X Smart Mode. Fitur off-road seperti crawl control, wading radar, hingga underbody engine shield turut disematkan. Dari sisi keselamatan, tersedia enam airbag, ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, hingga fitur lanjutan seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Detection, dan Automatic Emergency Braking. Fitur 540 derajat camera juga membantu visibilitas di sekitar kendaraan. Untuk konsumsi bahan bakar, Jetour T2 mencatat 8,5 km per liter di dalam kota dan 11,4 km per liter untuk rute kombinasi. Pengujian dilakukan dengan bahan bakar RON 92 dalam kondisi penggunaan harian. Jika dihitung dalam penggunaan lima tahun atau 100.000 km, kebutuhan BBM mencapai sekitar 11.764 liter. Dengan asumsi harga Pertamax Rp 12.300 per liter, biaya bahan bakar mencapai Rp 144.697.200. Sementara pajak tahunan berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Untuk perawatan, Jetour memberikan gratis servis hingga tiga tahun atau 40.000 km. Setelah itu, biaya servis hingga 100.000 km diperkirakan sekitar Rp 15,5 juta. Jika ditotal, maka biaya kepemilikan Jetour T2 selama lima tahun berada di kisaran Rp 164,6 juta hingga Rp 165,6 juta, sudah termasuk BBM, pajak, dan perawatan. Artinya, pemilik perlu menyiapkan dana sekitar Rp 32,9 juta per tahun, atau Rp 2,7 juta per bulan. Jika dihitung harian, biaya yang perlu disiapkan sekitar Rp 91.498. Dengan kombinasi desain tangguh, fitur lengkap, performa mumpuni, serta biaya kepemilikan yang masih terukur, Jetour T2 menjadi salah satu opsi menarik di segmen SUV boxy yang kini semakin diminati. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang