Merek otomotif asal China, Jetour, mulai menunjukkan pertumbuhan di pasar Indonesia. Meski baru hadir pada 2024, populasi kendaraan Jetour di Tanah Air kini sudah menembus angka lebih dari 1.000 unit. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah unit yang beredar sudah mencapai ribuan unit. “Sudah lebih dari 1.000 unit ya, atau sekitar 1.300 unit. Jadi Jetour ini, Jetour T2 terutama di kuartal I/2026 berdasarkan data Gaikindo itu menjadi Chinese SUV nomor satu di Indonesia untuk ICE kategori bensin dan diesel,” ujar Ranggy di Beijing, belum lama ini. Capaian tersebut terbilang impresif, mengingat usia Jetour di Indonesia masih sangat muda. Salah satu kunci keberhasilannya datang dari model andalan mereka, Jetour T2, yang langsung mendapat respons positif dari pasar. “Ini tentu saja merupakan hasil yang positif, di mana T2 untuk penjualan Jetour yang memang terus berkembang karena segmennya SUV yang versatile ini memang sangat diminati konsumen,” ucap Ranggy. Bahkan, dalam tiga bulan pertama 2026 saja, Jetour T2 sudah mencatatkan penjualan signifikan. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berkunjung ke booth Jetour di GIIAS 2025. “Untuk saat ini Jetour T2 ya kontributor utama penjualan. Meskipun dia baru meluncur akhir 2025 kemarin. Itu sudah 547 unit di kuartal I/2026. Saat ini pun persentase Jetour T2 menjadi kontributor utama,” kata dia. Sebagai informasi, Jetour pertama kali memperkenalkan diri di Indonesia melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada pertengahan 2024. Saat itu, mereka membawa model seperti Dashing dan X70 Plus, yang kemudian resmi dipasarkan pada November 2024. Jetour Gelar Pameran di Jakarta Sejak awal, Jetour langsung menjalankan strategi agresif untuk memperluas pasar. Mereka tidak hanya menghadirkan lini SUV yang sesuai dengan selera konsumen Indonesia, tetapi juga mulai merakit kendaraan secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor. Selain itu, Jetour juga bersiap memasuki era elektrifikasi dengan rencana menghadirkan model plug-in hybrid (PHEV), yang bakal meluncur pada Semester II/2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang