Banyak pemilik sepeda motor listrik entry level mulai melirik upgrade baterai dari SLA (Sealed Lead Acid) ke baterai litium. Selain bobot yang lebih ringan, baterai litium juga menawarkan umur pakai lebih panjang dan jarak tempuh yang umumnya lebih baik dibandingkan baterai SLA yang masih banyak digunakan pada motor listrik murah. Langkah ini dinilai menjadi solusi bagi pengguna yang merasa jarak tempuh motornya kurang memadai untuk kebutuhan harian. Meski membutuhkan biaya tambahan, peningkatan performa yang didapat sering kali dianggap sepadan. Ilustrasi perbaikan baterai motor listrik di EV Solution. Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengatakan bahwa saat ini tersedia pilihan baterai litium pabrikan maupun rakitan (custom) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. “Harga baterai pabrikan dan custom mirip-mirip tergantung kebutuhan,” ujar Muhlasin, kepada Kompas.com (4/6/2026). Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium. Upgrade Baterai Motor Listrik mulai Rp 4 Jutaan Menurut Muhlasin, biaya konversi dari baterai SLA ke litium sangat bergantung pada jenis kendaraan, tegangan, dan kapasitas baterai yang dipilih. Untuk sepeda listrik, biaya upgrade relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp 1,9 juta hingga Rp 3 juta. Sementara untuk motor listrik, dana yang perlu disiapkan lebih besar karena kebutuhan daya dan kapasitas baterainya lebih tinggi. “Untuk motor listrik dari Rp 4 jutaan sampai Rp 9 jutaan. Kapasitas baterai ini berpengaruh ke jarak tempuh nantinya,” ucap Muhlasin. Besaran biaya tersebut biasanya juga mencakup penyesuaian sistem kelistrikan agar baterai litium dapat bekerja optimal pada kendaraan yang sebelumnya menggunakan baterai SLA. Test ride Alva N3 Next Gen Jarak Tempuh Bisa Meningkat Salah satu alasan utama pemilik motor listrik melakukan upgrade adalah untuk mendapatkan jarak tempuh yang lebih jauh. Semakin besar kapasitas baterai yang dipasang, semakin banyak energi yang dapat disimpan dan digunakan selama perjalanan. “(Harga Rp 4 jutaan) itu biasanya yang voltasenya kecil, misal 60 volt atau ada juga yang 48 volt. Kapasitasnya paling 20 Ah dengan jarak tempuh sekitar 40 sampai 50 kilometer. Tapi cukuplah buat wira-wiri jarak dekat, seperti ke sekolah atau pasar,” kata dia. Ilustrasi motor listrik dengan baterai SLA Bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas lebih tinggi, kapasitas baterai dapat ditingkatkan dengan konsekuensi biaya yang lebih besar. Namun sebagai imbalannya, jarak tempuh motor listrik juga akan bertambah sehingga lebih fleksibel digunakan untuk aktivitas sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang