Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo (RON 98) resmi naik menjadi Rp 19.900 per liter per 4 Mei 2026. Kenaikan dari harga sebelumnya yang Rp 19.400 ini tentu membuat para pemilik motor berperforma tinggi harus merogoh kocek lebih dalam saat mengisi tangki motornya. Godaan untuk turun oktan ke BBM yang lebih murah sering kali muncul. Padahal, bagi motor dengan rasio kompresi di atas 12:1, penggunaan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi pabrikan bisa menyebabkan berbagai efek yang merugikan. Yamaha YZ250 Ferry Nurul Fajar, Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menjelaskan, motor dengan rasio kompresi tinggi memerlukan oktan tinggi agar bensin tidak terbakar sebelum waktunya. Jika dipaksa menggunakan oktan rendah, proses pembakaran menjadi tidak sempurna. "Bahan bakar jadi sulit terbakar, bahkan saat waktu pengapian. Efeknya emisi HC (Hidrokarbon) tinggi, banyak bahan bakar mentah tidak terbakar sempurna. Lalu juga fuel dilution, bahan bakar tercampur oli mesin," ujar Ferry kepada Kompas.com Senin (4/5/2026). Menariknya, Ferry menyebutkan ada perbedaan efek yang dirasakan pengendara antara mesin satu silinder dan mesin multi-silinder (dua silinder atau lebih) saat nekat "turun kasta" dalam memilih BBM. "Kalau untuk motor satu silinder enggak begitu terasa (penurunan performa). Hampir sama saja, cuma emisi HC tinggi. Bahkan ada fenomena afterburn, bensin mentah terbakar di exhaust (knalpot)," ucap Ferry. Fenomena afterburn ini biasanya ditandai dengan suara ledakan kecil atau letupan di knalpot karena sisa bensin yang gagal terbakar di ruang mesin justru baru terbakar saat terkena panas di saluran pembuangan. Yamaha YZF-R9 model 2026 resmi meluncur Sementara untuk mesin dengan dua silinder atau lebih, dampaknya akan jauh lebih terasa secara langsung pada performa berkendara. "Kalau multi-silinder atau mesinnya dua silinder ke atas, karena pembakaran tidak optimal, pengaruh ke akselerasi yang kurang responsif. Bahan bakar juga jadi lebih boros," kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang