PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di seluruh SPBU Indonesia per 4 Mei 2026. Kenaikan kali ini menyasar BBM beroktan tinggi, yakni Pertamax Turbo (RON 98). Harganya naik Rp 500, dari sebelumnya Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter. Secara umum, kenaikan harga BBM tentu berdampak pada biaya operasional kendaraan. Namun, pengguna Pertamax Turbo biasanya berasal dari segmen mobil premium, yang memang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi sesuai spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan. Hal ini berkaitan erat dengan rasio kompresi mesin. Semakin tinggi kompresi, maka semakin tinggi pula kebutuhan oktan agar proses pembakaran berlangsung optimal dan terhindar dari detonasi (knocking). Test drive Honda Civic RS e:HEV Sebagai gambaran, mesin dengan rasio kompresi di atas 12:1 umumnya membutuhkan BBM RON 98. Sementara itu, kompresi 11:1 hingga 12:1 idealnya menggunakan RON 95, sedangkan di bawahnya masih bisa menggunakan RON 92. Selain faktor kompresi, mobil dengan teknologi turbocharger atau supercharger juga lebih cocok menggunakan BBM beroktan tinggi. Hal ini karena tekanan udara tambahan di ruang bakar dapat meningkatkan kompresi efektif mesin. Berikut beberapa segmen mobil di Indonesia yang direkomendasikan menggunakan RON 98: 1. Mazda (mesin SkyActiv-G) Mazda dikenal konsisten mengusung mesin dengan rasio kompresi tinggi, bahkan pada mesin tanpa turbo. Contohnya, Mazda2 dan CX-3 bermesin 1.5 liter memiliki kompresi sekitar 13:1. Sementara CX-5, Mazda6, CX-8, dan CX-30 dengan mesin 2.0 liter dan 2.5 liter juga berada di kisaran serupa. Untuk model seperti CX-60, yang menggunakan mesin 3.3 liter inline-6 turbo, kebutuhan oktan tinggi menjadi semakin penting untuk menjaga performa. Desain dinamis Toyota Supra yang mampu menarik perhatian sekitar 2. Honda (mesin VTEC Turbo) Meski rasio kompresi statisnya berada di kisaran 10:1 hingga 10,6:1, mesin turbo tetap membutuhkan BBM beroktan tinggi. Model seperti Honda Civic RS dan CR-V Turbo disarankan menggunakan RON 98 agar terhindar dari knocking saat turbo bekerja maksimal. 3. Toyota (lini performa) Model seperti GR Corolla dan GR Yaris menggunakan mesin turbo dengan tekanan tinggi, sehingga membutuhkan bahan bakar berkualitas. Selain itu, Toyota Supra dan Toyota 86 juga dirancang untuk performa tinggi dengan kebutuhan pembakaran presisi. Ferrari hadirkan program Approved, tawarkan supercar bekas bersertifikasi dengan garansi resmi dan inspeksi 201 titik. 4. Pabrikan Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz Sebagian besar mobil modern dari Eropa mengandalkan mesin turbo dengan kompresi tinggi untuk efisiensi dan emisi. Contohnya mesin BMW seri B48 dan B58 pada Seri 2, 3, dan 5. Meski minimal RON 95, penggunaan RON 98 dinilai lebih optimal. Sementara Mercedes-Benz dengan teknologi EQ Boost pada C-Class dan E-Class terbaru juga diuntungkan dengan BBM beroktan tinggi. 5. Mobil sport dan supercar Merek seperti Porsche, Ferrari, dan Lamborghini umumnya memiliki mesin dengan rasio kompresi sangat tinggi, bahkan di atas 12,5:1. Oleh karena itu, penggunaan RON 98 atau lebih menjadi keharusan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang