— Masalah parkir liar di Jakarta tampaknya belum menemukan penyelesaian. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat tak sebanding dengan ketersediaan ruang parkir resmi (SRP) yang ada. Kondisi ini membuat sebagian warga memanfaatkan trotoar, badan jalan, hingga lahan kosong tanpa izin sebagai tempat parkir alternatif. Menurut Rio Octaviano, Ketua Indonesian Parking Association, ketimpangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas parkir di Jakarta sudah sangat tidak memungkinkan untuk dibiarkan tanpa solusi baru. “Peredaran kendaraan di Jakarta berbanding dengan jumlah SRP sangat tidak memungkinkan. Kami memberikan usulan agar rumah atau pekarangan warga yang berpotensi menampung kendaraan bisa dilegalkan,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (5/11/2025). Rio menjelaskan, usulan ini bisa menjadi jalan tengah antara kebutuhan masyarakat yang kian mendesak akan lahan parkir dan upaya pemerintah menjaga ketertiban kota. Dengan legalisasi tersebut, warga yang memiliki lahan pribadi bisa memanfaatkannya secara resmi untuk parkir, asalkan tetap mematuhi aturan yang berlaku. Parkir Liar di Pasar Senen Masih Dianggap “Cara Hidup”, Bukan Pelanggaran Ia juga menambahkan bahwa pihaknya membuka diri untuk berdiskusi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar proses perizinan parkir bisa dipermudah tanpa mengorbankan aspek legalitas dan keamanan lingkungan. “Yang penting tetap sesuai dengan aturan perlindungan konsumen dan ketertiban lingkungan,” lanjutnya. Dengan adanya kebijakan seperti ini, lahan-lahan pribadi di permukiman padat bisa menjadi bagian dari solusi, bukan justru sumber masalah baru. Legalisasi parkir di rumah warga juga diharapkan dapat menekan praktik parkir liar yang kerap menimbulkan kemacetan dan konflik antarwarga. Meski begitu, wacana ini tetap perlu dikaji matang, termasuk dari sisi regulasi, tarif, serta pengawasan agar tidak disalahgunakan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyiapkan pedoman teknis yang jelas sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.