Banyak pengemudi masih menganggap posisi parkir mobil sebagai hal sepele, padahal kebiasaan ini memiliki dampak besar terhadap keselamatan dan keamanan. Cara parkir yang tepat tidak hanya membantu memudahkan mobilitas, tetapi juga dapat mengurangi risiko pencurian hingga mempercepat evakuasi saat kondisi darurat. Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, kebiasaan parkir ternyata tidak bisa disamaratakan untuk semua kondisi. Menurutnya, ada perbedaan yang perlu diterapkan pengemudi tergantung lokasi demi memaksimalkan aspek keselamatan. Ilustrasi mobil di garasi rumah “Untuk parkir di rumah, yang paling aman adalah parkir maju ya. Jadi kalau misalnya kondisinya ada maling atau ada pencuri, itu lebih susah untuk dia keluar,” kata Marcell kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2026). Ia juga menjelaskan bahwa pola tersebut justru berbeda ketika mobil diparkir di area publik seperti pusat perbelanjaan. Dalam kondisi ini, pengemudi perlu mempertimbangkan faktor risiko darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu, seperti kebakaran atau gempa bumi. Situasi tersebut menuntut mobil bisa segera keluar dengan cepat tanpa hambatan, sehingga posisi parkir menjadi krusial untuk keselamatan diri maupun orang lain di sekitar. “Nah, kebalikannya kalau misalnya parkir di mall, itu lebih amannya parkir mundur. Kenapa? Karena kalau misalnya parkir maju, saat kondisi misalnya gempa bumi atau kebakaran, itu akan lebih susah untuk keluar. “Sedangkan kalau parkir mundur akan lebih mudah untuk kita keluar atau kabur ya dalam kondisi emergensi,” lanjutnya. Senada, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, biasanya orang yang parkir menghadap ke luar punya alasan mudah keluar dari garasi dan visibilitas luas. "Tapi ini juga memudahkan kejahatan pencurian kendaraan tersebut," kata Sony kepada Kompas.com. Selain memudahkan aksi maling, parkir menghadap ke pagar juga bisa mengurangi kenyamanan. Mengingat posisi knalpot mobil yang umumnya ada di belakang, bisa membuat asap masuk ke rumah. "Apabila posisi belakang mobil parkir adalah ruang dapur atau lainnya, maka asap dari knalpot mobil bisa membahayakan penghuni," kata Sony. Selain itu, orang Indonesia juga punya kebiasaan sering memanaskan mobil. Tentu saja efeknya asap knalpot akan masuk ke rumah, mengganggu orang yang ada di dalam. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang