Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia mulai memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi kenaikan harga BBM. Di tengah situasi makro ini, kendaraan listrik dianggap Alva menjadi momentum tepat bagi masyarakat yang ingin menekan biaya operasional transportasi harian. CEO Alva, Purbaja Pantja, mengungkapkan bahwa motor listrik memiliki keunggulan kompetitif yang sangat signifikan dari sisi biaya penggunaan dibandingkan motor konvensional, terutama saat harga bahan bakar bergejolak. Test ride motor listrik Alva N3 "Kalau dilihat dari penggunaan motor listrik memang kita semua sudah tahu bahwa yang namanya motor listrik ini secara biaya operasi itu jauh lebih hemat. Tentunya dari sisi masyarakat mereka akan terus membandingkan biaya bensin seperti apa dan biaya listrik seperti apa," kata Purbaja di Jakarta (10/3/2026). Sebagai solusi konkret untuk memberikan kepastian biaya operasional, Alva memperkenalkan program bertajuk "Bebas Pas". Program ini menawarkan skema sewa baterai dengan biaya yang fleksibel, mulai dari Rp 125.000 untuk jarak tempuh hingga 700 km per bulan, hingga Rp 200.000 untuk jarak 1.800 km per bulan. "Ini sebenarnya memberikan sebuah konsep yang baru, yang menurut kami menarik juga buat para pengguna. Karena tergantung daripada pemakaian mereka di bulan itu, bisa lebih rendah dibandingkan kalau biaya baterainya dipatok tetap," tambah Purbaja. Terkait dampak langsung kenaikan harga BBM terhadap performa bisnis, Purbaja menegaskan bahwa strategi Alva tidak hanya bergantung pada momentum sesaat. Perusahaan tetap memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang konsisten setiap tahunnya, terlepas dari dinamika harga minyak global. "Kalau lihat dari apa yang bisa kita capai, kita berharap bahwa baik itu ada kenaikan BBM atau tidak, kami berharap bahwa Alva bisa terus menjual motornya lebih banyak setiap tahunnya," ucap Purbaja. Dengan biaya operasional yang lebih terukur dan skema kepemilikan yang kian beragam, Alva optimistis transisi masyarakat menuju kendaraan listrik akan terus melaju tanpa harus bergantung pada fluktuasi harga energi konvensional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang