Ilustrasi tutup tangki bensin mobil GULIR UNTUK LANJUT BACA Salah satu petani, Thanadet Traiyot, mengaku kesulitan menjalankan mesin pompa air di sawahnya akibat keterbatasan bahan bakar. Padahal, distribusi air yang merata sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman padi. Dengan pasokan solar yang terbatas, ia terpaksa mengurangi penggunaan mesin dan memilih area yang paling membutuhkan air.“Kami sangat bergantung pada bahan bakar untuk operasional, mulai dari merawat tanaman hingga memompa air,” ujarnya.Lonjakan harga solar menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini. Jika dikonversi ke rupiah, harga diesel di Thailand kini mencapai sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter, naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp13.000 per liter sebelum konflik terjadi. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah mulai mengurangi subsidi BBM.Dari perspektif otomotif, situasi ini menegaskan pentingnya bahan bakar dalam menunjang operasional kendaraan berbasis mesin diesel. Tidak hanya alat pertanian, kendaraan niaga seperti truk pengangkut hasil panen, kapal nelayan, hingga alat berat juga ikut terdampak.Efek domino pun mulai terasa di berbagai sektor. Layanan taksi di Bangkok dilaporkan berkurang karena keterbatasan BBM. Aktivitas kapal wisata juga terhenti, bahkan beberapa fasilitas umum seperti krematorium di kuil sempat menghentikan operasional akibat kekurangan bahan bakar.Sektor perikanan turut mengalami tekanan. Banyak kapal nelayan memilih tidak melaut karena biaya operasional yang melonjak tinggi. Jika kondisi ini berlanjut, industri perikanan Thailand yang bernilai miliaran dolar berpotensi terhenti.Selain itu, krisis energi juga mulai merambat ke sektor pendukung seperti industri pupuk. Gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah membuat produksi pupuk di sejumlah negara Asia menurun. Padahal, pupuk merupakan komponen penting dalam menjaga produktivitas pertanian.Bagi industri otomotif, kondisi ini menjadi peringatan penting akan risiko ketergantungan pada bahan bakar fosil. Gejolak geopolitik terbukti dapat langsung memengaruhi harga dan ketersediaan energi.Dalam jangka panjang, peralihan ke kendaraan listrik dan sumber energi alternatif dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pemerintah Thailand telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk subsidi pupuk dan kebijakan pembelian hasil panen dengan harga di atas pasar. Namun, jika konflik terus berlanjut, tekanan terhadap harga BBM diperkirakan akan semakin besar.Krisis ini menunjukkan bahwa stabilitas pasokan energi menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan sektor otomotif dan industri terkait. Tanpa pasokan yang memadai, mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi berisiko mengalami perlambatan signifikan.