Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) solar non subsidi mulai berdampak pada pasar kendaraan diesel di Indonesia. Salah satu yang ikut terdampak adalah penjualan mobil diesel Toyota. Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, mengatakan, kondisi saat ini tidak hanya dipengaruhi kenaikan harga BBM, tetapi juga situasi global yang turut memengaruhi perekonomian nasional. Menurut dia, dampak konflik geopolitik dan perang global kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perubahan harga berbagai kebutuhan. “Dampak dari perang ini rasanya terasa jauh lebih luas, karena kini masyarakat juga mulai merasakan efeknya melalui perubahan berbagai harga barang selain bahan bakar,” ujar Jap kepada Kompas.com, Jumat (9/5/2026). Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan baru, termasuk mobil bermesin diesel yang dikenal memiliki biaya operasional lebih tinggi setelah harga solar non subsidi naik tajam. Meski demikian, Toyota mengaku tetap berupaya memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat melalui berbagai pilihan produk dan layanan. “Ditengah situasi ini, Toyota tetap berfokus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat melalui produk dan layanan yang komprehensif, di tengah dinamika stabilitas politik global yang berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional,” kata Jap. Ia menjelaskan, situasi saat ini juga bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih efisien, termasuk model hybrid. “Ke depan, sembari berharap kondisi dapat segera membaik, situasi ini juga dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mempertimbangkan alternatif kendaraan yang lebih efisien, seperti model-model Hybrid, yang tetap menghadirkan kenyamanan sekaligus efisiensi untuk penggunaan sehari-hari,” ujarnya. Test drive Toyota Hilux Rangga Meski pasar diesel sedang menghadapi tekanan, Jap menegaskan bahwa teknologi mesin diesel modern Toyota saat ini sudah mengalami banyak pengembangan, terutama untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan daya tahan mesin. “Lebih dari itu, teknologi mesin diesel Toyota modern juga sudah melewati berbagai pengembangan untuk mengutamakan efisiensi bahan bakar dan durabilitas jangka panjang,” kata dia. Sebagai informasi, Toyota saat ini masih memiliki sejumlah model bermesin diesel di pasar Indonesia. Beberapa di antaranya yakni Fortuner, Hilux, Kijang Innova, hingga Rangga. Bahkan, Innova diesel masih jadi salah satu model terlaris saat ini. Kendaraan bermesin diesel sendiri selama ini dikenal memiliki torsi besar dan konsumsi bahan bakar yang relatif efisien untuk perjalanan jarak jauh maupun kebutuhan usaha. Namun, di tengah kenaikan harga solar non subsidi, konsumen kini disebut mulai lebih selektif dalam mempertimbangkan biaya operasional kendaraan. Kondisi tersebut membuat teknologi hybrid perlahan mulai dilirik sebagai alternatif yang dinilai lebih hemat untuk penggunaan harian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang