Biaya kepemilikan menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli mobil. Selain cicilan atau harga beli, pemilik juga harus menyiapkan anggaran untuk bahan bakar, servis berkala, hingga pajak kendaraan. Talitha Ayu, karyawan swasta asal Tangerang Selatan, membagikan pengalaman selama menggunakan Toyota Raize G 1.2 CVT keluaran 2022 sebagai kendaraan harian. Menurut Talitha, mobil digunakan sekitar tiga kali dalam seminggu. Untuk kebutuhan bahan bakar, ia selalu menggunakan bensin RON 92 atau Pertamax. "Seminggu biasanya habis sekitar Rp 350.000 sampai Rp 500.000 untuk BBM," ujar Talitha kepada Kompas.com, Kamis (16/7/2026). Biaya BBM Tembus Rp 26 Juta per Tahun Dengan pengeluaran bahan bakar sebesar Rp 350.000 hingga Rp 500.000 per minggu, biaya BBM Toyota Raize milik Talitha mencapai sekitar Rp 18,2 juta hingga Rp 26 juta dalam setahun. Bila dirata-ratakan, pengeluaran untuk bahan bakar berada di kisaran Rp 1,52 juta hingga Rp 2,17 juta per bulan. Selain BBM, Talitha juga rutin melakukan servis berkala setiap 10.000 kilometer. "Untuk servis sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta," katanya. Sementara itu, pajak tahunan Toyota Raize miliknya mencapai sekitar Rp 3.250.000. Interior Toyota Raize Total Biaya Kepemilikan Berdasarkan pengeluaran tersebut, biaya kepemilikan Toyota Raize milik Talitha terdiri dari biaya bahan bakar, servis berkala, dan pajak kendaraan. Dengan asumsi mobil menjalani satu kali servis berkala dalam setahun, total biaya yang perlu disiapkan mencapai sekitar Rp 23.450.000 hingga Rp 32.250.000 per tahun. Jika dibagi dalam satu tahun, maka pemilik perlu menyiapkan dana sekitar Rp 1.954.000 hingga Rp 2.688.000 per bulan. Sementara jika dihitung per hari, biaya kepemilikan Toyota Raize tersebut berada di kisaran Rp 64.000 hingga Rp 88.000. Namun perlu diingat bahwa hitungan tersebut bersifat estimasi yang mencakup biaya bahan bakar, servis berkala, dan pajak kendaraan. Adapun biaya lain seperti asuransi, parkir, tol, penggantian ban, maupun perbaikan akibat kerusakan belum termasuk dalam estimasi tersebut. Selain itu, biaya servis dihitung dengan asumsi kendaraan hanya menjalani satu kali servis berkala dalam setahun. Jika jarak tempuh lebih tinggi, maka biaya perawatan juga akan bertambah.