Toyota Raize menjadi salah satu pilihan SUV kompak yang digemari konsumen di Indonesia. Selain desain yang menarik dan fitur yang lengkap, biaya kepemilikan, mulai dari konsumsi bbm, servis rutin hingga pajak tahunan, turut menjadi pertimbangan utama pembeli sebelum memutuskan menambatkan dana mereka pada model ini. Salah satu pemilik Toyota Raize 1.0 Turbo lansiran 2024 mengungkapkan, salah satu keuntungan utama menggunakan mobil hybrid adalah konsumsi bahan bakar yang cukup efisien untuk mobil bermesin turbo. "Toyota Raize ini irit. Saya tempuh rata-rata total 60 km setiap hari. Konsumsi BBM nya di dalam kota non tol bisa 13-16 km per liter. Kalau di luar kota lebih irit lagi, bisa 22-28 km per liter," kata Abdi, kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026). Abdi melanjutkan, Toyota Raize miliknya menenggak BBM dengan RON 95. Dengan biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi BBM biasanya Rp 392.000 per minggu. Toyota Raize GR Sport Dari sisi pajak, biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Toyota Raize 1.0 Turbo berada di angka Rp 3,780.000 per tahun. Angka ini menjadi salah satu komponen tetap yang wajib diperhitungkan setiap tahunnya. Selama periode kepemilikan, Abdi mengaku belum mengeluarkan biaya untuk servis dan penggantian spare part karena masih gratis. "Servis per 6 bulan masih gratis sampai 60.000 km atau tiga tahun pemakaian," kata Abdi. Artinya, Abdi perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 22.596.000 per tahun untuk biaya BBM dan pajak, tidak termasuk biaya servis. Apabila dibagi per bulannya, maka Abdi harus menyiapkan dana Rp 1.883.000. Sedangkan jika dibagi per hari, maka Lala cukup menyisihkan Rp 62.766. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang