Toyota Raize Turbo menjadi salah satu SUV ringkas yang mencuri perhatian sejak pertama kali meluncur di Indonesia. Desain yang sporty, teknologi mesin turbo, hingga embel-embel merek besar Toyota membuat mobil ini banyak dilirik, terutama oleh konsumen perkotaan. Hal itu pula yang dirasakan Abdi Christ, pengguna Toyota Raize 1.0 Turbo tahun 2023 yang kini telah menggunakan mobil tersebut hampir tiga tahun. Menurut Abdi, keputusan memilih Raize bukan tanpa pertimbangan. “Pertama karena modelnya keren, ada nuansa JDM style. Terus sudah pakai mesin turbo, dan tentu saja mereknya Toyota,” kata Abdi, kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026). Selama hampir tiga tahun pemakaian, Abdi menilai Raize Turbo memiliki sejumlah kelebihan yang cukup terasa dalam penggunaan harian. Bahan Bakar Irit Toyota Raize Indonesia Club (RIC) Salah satunya efisiensi bahan bakar. “Untuk pemakaian dalam kota non-tol, konsumsi bensinnya bisa di kisaran 13 sampai 16 km per liter. Itu sudah cukup irit buat mobil turbo,” ujarnya. Tak hanya soal irit, karakter mesin turbo 1.0 liter Raize juga disebut memberi sensasi berkendara yang menyenangkan. Tenaganya responsif, lincah diajak bermanuver, dan terasa kencang saat dibutuhkan. “Tenaganya badak. Buat nyalip atau akselerasi masih enak. Mobilnya juga lincah,” kata Abdi. Dari sisi kepraktisan, Raize Turbo dinilai cukup bisa diandalkan menghadapi kondisi jalan di Indonesia. Interior Toyota Raize GR Sport Non-TSS Ground clearance yang relatif tinggi membuat mobil ini tidak terlalu khawatir saat melintasi jalan berlubang atau permukaan yang kurang mulus. Kekurangan Meski demikian, Abdi juga tak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang ia rasakan selama penggunaan jangka menengah. Salah satu catatan utamanya ada pada tingkat kekedapan kabin. “Menurut saya, kabinnya masih bisa lebih kedap. Suara dari luar, terutama di kecepatan tertentu, masih cukup terasa,” ujarnya. Selain itu, karakter suspensi juga menjadi perhatian. Abdi berharap sektor shockbreaker bisa ditingkatkan. “Shockbreaker -nya agak lembut, dan respons bounce back-nya harusnya lebih baik lagi supaya lebih elastis, supaya roda atau ban bisa lebih napak di kondisi jalan yang membutuhkan,” kata Abdi. Catatan lainnya datang dari kualitas interior, khususnya bagian dasbor. Setelah hampir tiga tahun pemakaian, Abdi menilai material interior masih memiliki ruang untuk ditingkatkan. “Kualitas dasbor menurut saya perlu diperbaiki, supaya bentuknya tidak gampang deformasi setelah pemakaian beberapa tahun,” ujarnya. Terlepas dari sejumlah kekurangan tersebut, Abdi menilai Toyota Raize Turbo tetap menjadi pilihan yang relevan untuk konsumen yang menginginkan SUV ringkas dengan karakter sporty, performa responsif, dan efisiensi yang masih terjaga. Kesimpulan Plus: Irit, bertenaga, desain JDM, ground clearance tinggi. Minus: Kabin kurang kedap, shockbreaker terlalu lembut, kualitas dasbor deformasi seiring waktu pemakaian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang