Industri otomotif nasional mencatat lonjakan signifikan pada aktivitas impor kendaraan sepanjang 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total aktivitas ini sepanjang tahun mencapai 176.593 unit, melonjak 82 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 97.010 unit. Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya permintaan pasar domestik terhadap model-model kendaraan dari luar negeri, khususnya mobil elektrifikasi usai diberikannya insentif pembebasan bea masuk dari pemerintah yang berlaku hingga 31 Desember 2025. BYD Zhengzhou, kapal khusus pengangkut kendaraan milik BYD Secara perinci, BYD menjadi merek dengan volume impor terbesar sepanjang 2025. Pabrikan asal China itu membukukan impor sebanyak 64.013 unit atau setara 36,2 persen dari total impor nasional. Di posisi kedua, Toyota mencatatkan impor sebanyak 34.874 unit atau sekitar 19,7 persen. Meski memiliki basis produksi lokal yang kuat, Toyota masih mengandalkan impor untuk sejumlah model tertentu. Di sisi lain, Toyota juga tetap menjadi tulang punggung ekspor otomotif nasional. Sepanjang 2025, merek asal Jepang itu mengekspor 175.446 unit kendaraan ke berbagai negara tujuan. VinFast menyusul di peringkat ketiga dengan volume impor 20.289 unit atau 11,5 persen. Produsen asal Vietnam ini terus memperluas jaringan serta portofolio kendaraan listriknya di Indonesia. Mitsubishi Motors berada di urutan keempat dengan total impor 12.287 unit. Merek asal Jepang tersebut masih mengandalkan beberapa model CBU untuk melengkapi lini produknya di pasar domestik. Di saat yang sama, Mitsubishi juga mencatatkan kinerja ekspor yang solid dengan volume 105.079 unit sepanjang 2025, terutama dari segmen MPV dan SUV. Ilustrasi ekspor mobil Toyota Sementara itu, Denza mencatatkan impor sebanyak 10.500 unit. Merek premium hasil kolaborasi China-Jerman yang merupakan sub-brand BYD terkait mulai menunjukkan eksistensinya di pasar otomotif nasional. Di sisi lain, kinerja ekspor kendaraan Indonesia tetap mencatat pertumbuhan, meski tidak setinggi impor, yakni 9,7 persen dari 472.194 unit menuju 518.212 unit pada periode sama. Peningkatan impor yang jauh lebih tinggi dibanding ekspor menjadi catatan tersendiri bagi industri otomotif nasional. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan produksi dalam negeri supaya neraca perdagangan sektor otomotif tetap seimbang. Berikut 10 Merek Mobil Paling Banyak Impor 2025: BYD: 64.013 unit Toyota: 34.874 unit VinFast: 20.289 unit Mitsubishi Motors: 12.287 unit Denza: 10.500 unit Suzuki: 6.912 unit Aion: 6.839 unit Mazda: 3.080 unit Hyundai: 2.113 unit Honda: 1.914 unit Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang