Mencampur aditif octane booster dengan Pertalite atau bensin RON rendah banyak dilakukan oleh masyarakat dengan harapan bensin murah dengan kualitas rendah bisa menjadi lebih tinggi dan menghasilkan tenaga optimal. Per 1 Maret, harga BBM non-subsidi kompak naik, sebagai contoh: harga Pertamax RON 92 Rp 12.300 naik dari Rp 11.800, Pertamax Turbo RON 98 Rp 13.100 naik dari Rp 12.700, dan Pertamax Green 95 RON 95 Rp 12.900 naik dari Rp 12.450. Lantas, apakah octane booster efektif meningkatkan performa kendaraan atau justru sebaliknya. Simak penjelasan ahli berikut. Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan, octane booster biasanya digunakan pada mobil-mobil berperforma tinggi dan hi-end atau mereka yang punya mobil keren, tapi ingin BBM murah. "Kenaikan oktan akan berdampak pada kenaikan daya. Sehingga hemat BBM dan menurunkan emisi jika ada kesesuaian dengan tekanan akhir kompresi, timing ignition, dan air fuel ratio," ujar Tri, kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Teknologi kendaraan juga menentukan apakah cocok menggunakan bensin dengan RON tinggi tersebut. Menurutnya, semua mobil dengan performa tinggi pasti membutuhkan RON yang tinggi. Harga BBM hari ini. Harga BBM nonsubsidi resmi naik mulai 1 Maret 2026. Harga Minyak Naik Usai Kapal di Selat Hormuz Diserang, Bagaimana BBM di Pertamina? Taqwa Suryo Swasono, pemilik bengkel Garden Speed di Cilandak Jakarta Selatan, mengatakan respons octane booster terhadap kendaraan tak selalu sama, tergantung dengan konfigurasi sistem dan teknologi. “Tak hanya soal kompresi mesin yang harus sesuai, tapi mesin dengan kompresi sama pun dampaknya bisa berbeda, ada yang jadi lebih responsif dan ada yang sama saja,” ucap Taqwa kepada KOMPAS.com. Di mobil modern, terdapat knock sensor yang akan mengoreksi timing pengapian ketika terjadi perubahan kualitas BBM. Ketika RON menjadi tinggi, maka respon wajar mesin akan membuat timing pengapian mundur. “Tapi ada mobil yang knock sensornya tidak merespon, atau justru maju, sehingga dampaknya tidak begitu terasa bagi pengendara, ini bisa terjadi karena sifat octane booster demikian,” ucap Taqwa. Meski demikian, penambahan octane booster memang akan membuat nilai RON menjadi lebih tinggi, harus diuji menggunakan tes laboratorium. “Terkait apakah ada efek samping, setiap konsumen bisa mengulas secara mandiri, karena efek samping tak akan muncul secara seketika, tapi mungkin butuh waktu sampai sekian lama pemakaian,” ucap Taqwa. Jadi, mencampur octane booster dengan Pertalite atau bensin kualitas rendah, bisa membuat RON bensin bertambah. Namun, dampaknya terhadap performa kendaraan bisa beragam mengingat octane booster adalah zat aditif. Lebih baik gunakan BBM sesuai dengan rekomendasi pabrikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang