Mencampur aditif octane booster dengan Pertalite atau bensin RON rendah banyak dilakukan oleh masyarakat dengan harapan bensin murah dengan kualitas rendah bisa menjadi lebih tinggi dan menghasilkan tenaga optimal. Faktanya, aditif tersebut cukup efektif menaikkan angka RON pada bensin. Hanya saja, dampak pada kendaraan tidak selalu sama satu dengan yang lain. Lantas, apakah octane booster sebenarnya efektif meningkatkan performa kendaraan atau justru sebaliknya. Simak penjelasan ahli berikut. Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan, octane booster biasanya digunakan pada mobil-mobil berperforma tinggi dan hi-end atau mereka yang punya mobil keren, tapi ingin BBM murah. "Kenaikan oktan akan berdampak pada kenaikan daya. Sehingga hemat BBM dan menurunkan emisi jika ada kesesuaian dengan tekanan akhir kompresi, timing ignition, dan air fuel ratio," ujar Tri, kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Teknologi kendaraan juga menentukan apakah cocok menggunakan bensin dengan RON tinggi tersebut. Menurutnya, semua mobil dengan performa tinggi pasti membutuhkan RON yang tinggi karena karakter bawaannya. Terlhat nozzel untuk bahan bakar minyak (BBM) Pertamax, Pertalite, Bio Solar dan Pertamina Dex di salah satu SPBU Pertamina. Taqwa Suryo Swasono, pemilik bengkel Garden Speed di Cilandak Jakarta Selatan, mengatakan respon octane booster terhadap kendaraan tak selalu sama, tergantung dengan konfigurasi sistem dan teknologi. “Tak hanya soal kompresi mesin yang harus sesuai, tapi mesin dengan kompresi sama pun dampaknya bisa berbeda, ada yang jadi lebih responsif dan ada yang sama saja,” ucap Taqwa kepada KOMPAS.com, Selasa (18/11/2025). Di mobil modern, terdapat knock sensor yang akan mengoreksi timing pengapian ketika terjadi perubahan kualitas BBM. Ketika RON menjadi tinggi, maka respon wajar mesin akan membuat timing pengapian mundur. Ilustrasi speedometer sebagai salah satu alat ukur GLB dan GLBB “Tapi ada mobil yang knock sensor-nya tidak merespon, atau jutru maju, sehingga dampaknya tidak begitu terasa bagi pengendara, ini bisa terjadi karena tiap pabrikan beda-beda, dan sifat octane booster demikian,” ucap Taqwa. Meski demikian, menurut Taqwa, penambahan octane booster memang akan membuat nilai RON menjadi lebih tinggi, harus diuji menggunakan tes laboratorium. “Terkait apakah ada efek samping, setiap konsumen bisa mengulas secara mandiri, karena efek samping tak akan muncul secara seketika, tapi mungkin butuh waktu sampai sekian lama pemakaian,” ucap Taqwa. Jadi, mencampur octane booster ke Pertalite atau bensin bisa membuat RON bensin bertambah. Namun, dampaknya terhadap performa kendaraan bisa beragam. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.