Masih banyak pemilik kendaraan di Indonesia yang memilih mencampur Pertalite dan Pertamax dengan alasan ingin menekan biaya bahan bakar tanpa menurunkan performa mesin. Namun, mencampur dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan berbeda ini ternyata tidak selalu aman. Bahkan, ada narasi yang menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut bisa menyebabkan tangki bahan bakar berkarat. Lantas, benarkah mencampur Pertalite dan Pertamax bisa membuat tangki berkarat? Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady menjelaskan, mencampur Pertalite dan Pertamax tidak menyebabkan tangki bensin karatan. Namun demikian, menggunakan dua bensin yang memiliki nilai RON berbeda dalam satu tangki tidak perlu dilakukan. Jenis BBM Pertamina yang dilakukan pengecekan kualitas pada SPBU Pertamina 34.424.09 Gerem, Cilegon, Banten pada Kamis (13/3/2025). "Boleh sih (mencampur Pertalite dan Pertamax), tapi menurut saya tidak perlu kecuali tidak sengaja ya," ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Sebelumnya, Jayan juga telah menjelaskan, bahwa pencampuran dua jenis bensin tidak terlalu berpengaruh pada mesin kendaraan modern, karena sistem mesin saat ini umumnya sudah adaptif terhadap bahan bakar dengan nilai oktan yang berubah dalam rentang tertentu. Menurutnya, mencampur Pertalite dan Pertamax tidak akan menyebabkan tangki bahan bakar berkarat. Dampak serius justru bisa terjadi jika mencampur bahan bakar bensin dengan solar, karena perbedaan karakteristik keduanya dapat membuat mesin kendaraan tidak bisa menyala sama sekali. “Yang tidak boleh itu mencampur solar dan bensin, nanti mesinnya tidak menyala,” katanya. Selain itu, kebiasaan jarang mengisi tangki bensin hingga penuh juga tidak berpengaruh terhadap munculnya karat pada tangki bahan bakar kendaraan. Jayan juga mengatakan, tangki bensin berkarat biasanya disebabkan oleh usia kendaraan dan air yang masuk. Tangki bensin berkarat di bagian dalam "Yang paling pengaruh itu kalau ada kandungan air dalam tangkinya. Jangan sampai masuk air ke tangki," terang dia. Sementara, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan, mencampur Pertalite dan Pertamax dapat memicu sejumlah efek buruk pada kendaraan. "Mencampurkan bahan bakar RON 90 Pertalite dengan bahan bakar RON 92 Pertamax akan berbahaya bagi mesin kendaraan," katanya kepada Kompas.com. Menurut penjelasan Heppy, mencampur dua jenis bahan bakar seperti Pertalite dan Pertamax dapat menurunkan kualitas bensin dengan angka oktan (RON) lebih tinggi. Akibatnya, proses pembakaran di ruang mesin tidak berlangsung optimal sehingga performa kendaraan ikut menurun. Selain itu, Pertamax sebenarnya sudah dilengkapi teknologi Pertatec yang berfungsi membersihkan endapan kotoran di sistem bahan bakar. "Bila dicampur dengan Pertalite maka fungsinya akan menurun dan cenderung membuat hasil pembakaran jadi kotor," kata Heppy. Heppy menyarankan agar pemilik kendaraan tidak mencampur kedua jenis BBM dan selalu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar mesin tetap awet dan efisien. "Kami menyarankan pemilik kendaraan dapat mengisi tangki BBM-nya dengan RON BBM yang disarankan pabrikan kendaraan tersebut," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.