Pertalite dan Pertamax sering menjadi pilihan utama pengendara saat mengisi bahan bakar kendaraan bermotor. Meski sama-sama tersedia di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, kedua jenis BBM ini memiliki perbedaan yang cukup penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, mengetahui perbedaan antara Pertalite dan Pertamax dapat membantu pengendara memilih bahan bakar yang tepat agar mesin tetap bekerja optimal. Pasokan Solar di SPBU Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mengalami kelangkaan, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Wotu saat ini dalam proses penyesuaian dan akan segera kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Minggu (9/11/2025) Dikutip dari , berikut beberapa perbedaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax: 1. Warna bensin Bahan bakar Pertalite memiliki warna dasar hijau terang. Sedangkan untuk bahan bakar Pertamax memiliki warna biru kehijauan. Dari warna dasar yang dimiliki oleh Pertamax dan Pertalite tentunya Anda juga akan semakin mudah membedakannya ketika berada di tempat pengisian bahan bakar. 2. Nilai oktan Nilai oktan pada bahan bakar minyak menjadi salah satu ukuran kualitas BBM untuk mesin bensin, yang biasanya merujuk pada RON atau Research Octane Number. Pertamax memiliki nilai oktan 92, sedangkan Pertalite berada pada angka 90. Perbedaan nilai oktan ini berpengaruh pada besarnya tekanan yang terjadi sebelum BBM memasuki proses pembakaran. Semakin tinggi angka oktan, semakin tahan BBM terhadap ketukan (knocking), sehingga pembakarannya cenderung lebih stabil dan efisien. Kondisi tersebut turut menentukan tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar pada kendaraan. Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan pertalite di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025). Kementerian ESDM akan membentuk tim untuk memberi kepastian spesifikasi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons kekhawatiran masyarakat terkait beredarnya Pertalite (RON 90) yang dioplos menjadi Pertamax (RON 92). 3. Spesifikasi Pertalite sudah dibekali aditif dasar yang membantu pembakaran lebih baik dan menjaga kualitas BBM, sehingga cocok untuk sebagian besar kendaraan di Indonesia. Sementara itu, Pertamax dibekali ecosave technology yang berfungsi membersihkan bagian dalam mesin (detergency), corrosion inhibitor untuk mencegah karat pada tangki dan saluran bahan bakar, serta demulsifier untuk menjaga kemurnian BBM dari campuran air agar pembakaran lebih sempurna. 4. Keiritan Menurut Dosen Teknik Mesin UGM, Jayan Sentanuhady, Pertamax lebih irit dibanding Pertalite berkat angka oktan yang lebih tinggi. Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax RON 92, sehingga pembakaran Pertamax lebih stabil dan efisien. 5. Harga Harga Pertalite dipatok Rp 10.000 per liter secara nasional. Sementara, untuk harga Pertamax per November 2025 sekitar Rp 12.200 per liter, tergantung wilayah. 6. Tingkat polusi Pertamax menghasilkan emisi lebih rendah dibanding Pertalite karena kualitas pembakarannya lebih baik, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. 7. Tingkat kompresi mesin Pertamax direkomendasikan untuk mesin dengan tingkat kompresi 10:1 hingga 11:1. Sementara itu, Pertalite cocok untuk mesin dengan kompresi 9:1 hingga 10:1. Meski berbeda, kedua jenis BBM tetap memiliki aditif yang diperlukan untuk menjaga performa mesin. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.