Ada kabar baik dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar dipastikan tak akan naik sampai habis tahun 2026. Bahlil mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis. Seusai menghadap Presiden di Istana Negara, (16/4/26), Bahlil menyampaikan stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga. "Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ucapnya dari keterangan resminya, (17/4/26) disitat dari Kompas.com. Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang masih berada di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.