Pemilihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) antara Pertamax dan Pertalite tidak hanya dari segi harga, tapi juga pertimbangan rasio kompresi mesin. Kedua jenis BBM ini sama-sama diproduksi oleh Pertamina, namun memiliki perbedaan signifikan pada angka oktan (RON) yang berpengaruh terhadap proses pembakaran dan performa mesin. Sebagai informasi, Pertamax memiliki angka oktan (RON) 92, sedikit lebih tinggi dibanding Pertalite yang bernilai RON 90. Perbedaan ini membuat karakter pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sama. Dosen Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI), Danardono A. Sumarsono, mengatakan, baik Pertamax maupun Pertalite punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pertamax Green, bensin dengan campuran etanol 5 persen "Memilih antara Pertamax dan Pertalite dengan mempertimbangkan harga vs kualitas tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis kendaraan dan kebiasaan berkendara," kata Danardono kepada Kompas.com, belum lama ini. Kelebihan Pertamax Pertamax memiliki sejumlah keunggulan dibanding Pertalite, antara lain: Pembakaran lebih efisien : Kandungan oktan yang lebih tinggi membuat proses pembakaran lebih sempurna sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit. Performa mesin lebih optimal : Pertamax mampu mendukung kinerja mesin berkompresi tinggi atau kendaraan dengan teknologi modern. Risiko knocking lebih kecil : Nilai oktan tinggi mencegah terjadinya pembakaran dini (knocking), sehingga mesin lebih aman dalam jangka panjang. Ruang bakar lebih bersih : Proses pembakaran yang lebih sempurna mengurangi penumpukan karbon di ruang mesin. Kekurangan Pertamax Namun, lanjut Danardono, Pertamax juga memiliki kelemahan, terutama pada harga yang lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Per Senin (10/11/2025), Pertamax dibanderol Rp12.200 per liter, sementara Pertalite Rp10.000 per liter. “Selisih harga ini membuat biaya bahan bakar harian menjadi lebih besar,” jelasnya. Kelebihan Pertalite Di sisi lain, Pertalite punya keunggulan pada aspek ekonomi dan ketersediaan.Harga lebih terjangkau. Pertalite lebih hemat untuk pemakaian harian. Mudah ditemukan. Ketersediaannya merata di hampir semua SPBU di Indonesia. Kekurangan Pertalite Namun, BBM beroktan 90 ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti: Konsumsi bahan bakar lebih boros : Karena pembakaran kurang sempurna, pengguna mungkin perlu lebih sering mengisi bahan bakar. Kurang optimal untuk mesin modern : Kendaraan dengan rasio kompresi tinggi tidak dapat bekerja maksimal bila memakai Pertalite. Menurut Danardono, pilihan bahan bakar sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin lebih hemat dan tidak terlalu mempermasalahkan performa mesin, Pertalite bisa jadi pilihan. Tetapi jika mengutamakan tenaga, efisiensi, dan perlindungan mesin jangka panjang, Pertamax tetap menjadi opsi terbaik meski harganya lebih mahal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.