Pereli DMO Pertamax Turbo Fin+, Donny M, sukses menunjukkan mental juara usai bangkit dari kegagalan pada seri pertama dan meraih podium kedua kelas M1 pada seri kedua ajang rally gravel Borneo. Pada balapan hari pertama, Subaru STI yang dikendarainya mengalami kendala drivetrain saat melibas jumping di SS4 hingga membuat tim harus gagal finis atau DNF. Namun, hanya dalam waktu semalam, tim berhasil melakukan perbaikan total sehingga mobil kembali kompetitif pada hari berikutnya. “Sabtu kemarin kita kurang beruntung. Subaru STI kena trouble drivetrain sewaktu jumping di SS4 dan harus DNF. Tapi tim DMO Pertamax Turbo Fin+ luar biasa. Mekanik langsung lembur bongkar gardan dan cek ulang semua sistem,” ujar Donny. Ia menambahkan, hasil kerja keras tim langsung terlihat saat mobil tampil tanpa kendala sejak SS1 hingga finis pada hari kedua. “Ini bukti mental tim kita kuat. Sekali jatuh, besoknya langsung bangkit dan bisa juara P2 di kelas M1,” katanya. Donny mengungkapkan, strategi balap pada seri kedua juga diubah total. Jika sebelumnya terlalu agresif di awal, kali ini dirinya bersama navigator, Pramurahardjo, memilih pendekatan lebih sabar untuk mencari ritme dan grip terbaik di lintasan gravel Borneo. Balapan “SS1 sampai SS2 kami pakai untuk recovery feeling dulu. Cari grip dan dengarkan suara mobil. Baru setelah itu push bertahap. Pace note juga kami revisi berdasarkan video on board hari sebelumnya,” jelasnya. Menurut Donny, keberhasilan bangkit dari keterpurukan tidak lepas dari solidnya dukungan tim dan sponsor. Ia menyebut dukungan dari Pertamina Pertamax Turbo, Fin+, serta Rocket Racing Bali menjadi faktor penting dalam proses recovery mobil dalam waktu singkat. “Sponsor nggak cuma nempel logo, tapi benar-benar kasih fighting chance buat tim. DNF Sabtu nggak bikin mereka mundur, justru Minggu disupport lebih kencang,” ujar Donny. Di lain sisi, Aldio Oekon yang berpasangan dengan Respati Adhi dan mengendarai Hyundai i20 N Rally2 harus menerima kenyataan yang pahit. Pasalnya, ia mengalami insiden pada saat kompetisi dan menyebabkan mobilnya mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga tidak bisa menuntaskan pertarungan. "Resiko rally gravel memang seperti itu. Kita sudah mencatat caution di pacenote, tapi posisinya berubah. Dan kejadiannya pas high speed. Impactnya keras banget sampai setir langsung ngelock kanan," kata Aldio. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang