Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi kini diminati pemilik kendaraan modern yang membutuhkan performa mesin lebih optimal. Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo menjadi dua jenis bahan bakar minyak (BBM) Pertamina yang kerap dibandingkan para pengguna mobil maupun motor berteknologi terbaru. Keduanya sama-sama menawarkan nilai oktan tinggi serta dibekali teknologi aditif untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, menjaga kebersihan ruang bakar, hingga menekan emisi. Lantas, di antara keduanya, mana yang lebih baik untuk kendaraan? Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina PPN Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan, perbedaannya ada pada angka oktan atau research octane number (RON). Pertamax Turbo memiliki RON 98, sedangkan Pertamax Green berada di RON 95. Pertamina Patra Niaga menyediakan Pertamax Turbo untuk mendukung kendaraan operasional di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Lombok. “Dampaknya ke mesin tentu mengikuti spesifikasi tiap kendaraan. Biasanya rekomendasi oktan tertera di buku manual atau stiker di kaca belakang mobil,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (18/11/2025). Ia juga menjelaskan, jika menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi dari spesifikasi, tarikan mesin bisa terasa lebih ringan. Hal ini terkait rasio kompresi mesin. Misalnya, mesin dengan rasio kompresi 1:11 direkomendasikan memakai RON 92. Jika diisi Pertamax Turbo (RON 98), performanya bisa naik. Sebab, Turbo idealnya digunakan pada mesin dengan rasio kompresi 1:12 hingga 1:13, sehingga pembakarannya lebih optimal terhadap volume bahan bakar yang masuk. Kemudian, ketika ditanya antara Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo lebih baik mana, Taufiq mengatakan, tergantung dengan spesifikasi kendaraan. “Pasti lebih baiknya tergantung dari mesinnya. Misalnya mbak punya spesifikasi mobil supercar, supercar kebanyakan 98. Nah, kalau 98 dia, maka 95 kan downgrade. Jadi lebih baiknya itu tergantung dari spesifikasi kendaraan yang kita pakai. Kalau spesifikasi kendaraan kita 92, kita pakai 98, pasti lebih kencang dibanding 95. Tapi kalau kendaraan kita yang supercar udah spesifikasinya 95 ke atas ya, harapannya sudah menggunakan Turbo ya,” katanya. Sebagai informasi, dikutip , Pertamax Green 95 merupakan BBM hasil campuran Pertamax dengan 5 persen bioetanol. Bioetanol adalah etanol berbasis tanaman, dan Pertamina menggunakan bahan baku tebu. ilustrasi beli bensin Pertamax dan Pertamax Turbo pakai motor hari ini, Senin (18/8/2025) bisa dapat diskon. Dengan RON 95, BBM ini disebut lebih ramah lingkungan dibanding bensin lain seperti Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), maupun Pertamax Turbo (RON 98). Sementara itu, Pertamax Turbo hadir dengan RON 98 dan kandungan sulfur di bawah 50 ppm yang sudah memenuhi standar Euro 4. BBM ini juga dibekali Pertamina Technology (Pertatec) dan Ignition Boost Formula untuk menjaga komponen mesin dari karat, meningkatkan efisiensi pembakaran, serta memberikan akselerasi lebih responsif. Dengan sulfur rendah, gas buang Pertamax Turbo juga lebih bersih dan memiliki kadar karbon lebih kecil. Dari segi harga per November 2025, Pertamax Green 95 dibanderol sekitar Rp 13.000 per liter, sedangkan Pertamax Turbo berada di kisaran Rp 13.100 per liter, tergantung wilayah. Guru Besar Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina, Iman Kartolaksono Reksowardojo, menjelaskan bahwa emisi dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu global, regional, dan lokal. Emisi CO2 adalah emisi yang pengaruhnya secara global yang mengakibatkan pemanasan global, untuk bahan bakar bioetanol emisi CO2 nya lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil, karena dapat dianggap “Zero Net CO2”," kata Iman kepada Kompas.com, belum lama ini. Ia menjelaskan, emisi regional dipengaruhi oleh kandungan sulfur dalam bahan bakar fosil. Gas buang yang masih mengandung sulfur dapat memicu terjadinya hujan asam yang berpotensi merusak lingkungan dalam cakupan wilayah yang luas. Selain itu, sulfur juga berdampak buruk bagi komponen mesin dan sistem pengolah emisi seperti three way catalyst, karena dapat mengganggu kinerjanya dalam menyaring polutan. “Kemudian, untuk emisi lokal, karena bioetanol mengandung oksigen maka proses pembakarannya lebih baik, oleh sebab itu emisi lokal seperti CO, THC, dan partikelnya lebih rendah. Jadi bahan bakar nabati atau biofuel lebih ramah lingkungan baik, secara global, regional maupun lokal,” katanya. Jadi, pilihan antara Pertamax Green 95 atau Pertamax Turbo pada akhirnya harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.