Belum lama ini kejadian pengemudi Toyota Avanza nekat lawan arah dan menabrak motor di Bekasi. Bukan itu saja, pengemudinya menyeret motor yang ia tabrak beberapa meter. Sebelum kejadian, mobil tersebut lawan arah dan sempat menaiki trotoar. Ketika diberi lampu dim dan klakson sebagai pengingat, orangnya malah tidak menggubris dan tetap melawan arah. Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kondisi jalanan di Indonesia yang macet kerap menciptakan perasaan stress dan emosi, makanya rawan terjadi konflik, bahkan kelainan jiwa. "Banyak pengemudi yang mampu meredam itu, tapi ada yang tidak. Sehingga terjadi tabrakan, bentrokkan, sering terjadi di persimpangan," kata Sony kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Untuk menangani kejadian yang tidak diinginkan, saat melihat pengendara yang mengganggu, cukup diamkan saja dan jauhi. "Paling ampuh cuma menjauh dan mengalah. Kalau cuma cari siapa yang benar, enggak ada gunanya," kata Sony. Saat stress cenderung mudah tersulut emosinya. Kadang bisa melakukan apa yang tidak terpikirkan dan akhirnya membahayakan orang lain. "Harus ingat, tugas pengemudi salah satunya mengamankan kendaraan dari risiko-risiko tabrakan," kata Sony. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang