Berada di jalan raya kadang geram melihat perilaku pengendara yang melanggar aturan. Sebut saja yang merokok sambil naik motor, lawan arah, sampai ugal-ugalan. Kalau punya niat baik untuk menegur, harus paham kondisi dan situasinya supaya menghindari konflik. Karena saat kondisi tidak tepat, malah bisa menyebabkan cekcok di jalan. Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana menjelaskan, menegur paling aman adalah dengan tetap mengedepankan keselamatan dan menghindari konflik. Naik motor main HP "Pastikan kondisi sudah benar-benar aman, kendaraan berhenti dan tidak sedang di tengah arus lalu lintas. Gunakan bahasa tubuh yang sopan, tidak menunjuk, tidak membentak, apalagi menyentuh kendaraan atau orangnya," kata Agus kepada Kompas.com belum lama ini. Ketika mau menegur, sampaikan dengan nada yang tenang dan singkat, bukan menyalahkan. Bisa pakai kalimat pengingat, bukan teguran keras. "Kalau sudah ditegur dengan baik tapi responsnya terlihat tidak nyaman atau emosional, segera hentikan dan jaga jarak," kata Agus. Sebagai pengendara yang defensif, prinsip yang ditanamkan adalah bukan merasa benar di jalan. Tapi bagaimana supaya bisa selamat sampai tujuan tanpa konflik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang