Pertalite dan Pertamax kerap menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi energi pada kendaraan. Meski kandungan keduanya hampir sama, tapi ada selisih harga cukup jauh. Harga Pertamax per Maret 2026 Rp 12.350, dengan RON 92 dan kandungan sulfur di bawah 400 ppm, sementara Pertalite masih di Rp 10.000 dengan RON 90 dan kandungan sulfur dibawah 500 ppm. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan masyarakat bisa menguji sendiri pakai Pertalite atau Pertamax lebih irit mana. “Dari segi teknis, mobil-mobil modern dianjurkan pakai bensin paling kecil RON 91, lebih tinggi RON lebih baik, seperti Pertamax Turbo (RON 98), kesesuaian ini berdampak pada konsumsi BBM,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Sabtu (7/3/2026). Pertalite berada di bawah batas rekomendasi pabrikan untuk mobil berstandar emisi Euro 4 ke atas. Maka dari itu, bakal berpotensi terjadi penurunan performa. “Mesin modern memiliki kompresi tinggi, dirancang khusus untuk menciptakan efisiensi, nah dia cocoknya dengan BBM RON tinggi, agar tidak terjadi knocking atau ngelitik,” ucap Muchlis. Toyota Fortuner menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite Hubungan performa dengan konsumsi BBM terkait jarak tempuh yang bisa ditempuh dengan satuan volume BBM. Mobil yang seharusnya bertenaga besar, karena pakai BBM tak sesuai menjadi kurang, sehingga jarak tempuhnya lebih pendek. “Di layar informasi (MID) pasti akan terdapat bedanya tuh, mobil yang pakai BBM sesuai rekomendasi cenderung lebih irit,” ucap Muchlis. Selain itu, konsumen juga perlu memperhatikan efek jangka panjang mobil terbiasa pakai Pertalite. Seperti misal mobil sering ngelitik, dampaknya bisa membuat piston lebih cepat aus. “Kualitas BBM yang rendah juga berdampak langsung pada pompa bensin dan injektor dalam jangka panjang, kotoran bisa membuatnya tersumbat,” ucap Muchlis. Jadi, meski Pertalite tampak lebih murah dari segi harga per liternya, konsumsi rata-rata BBM bisa lebih boros dan cenderung membutuhkan perawatan lebih intensif untuk menjaga performa kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang